34 C
Banjarbaru
Jumat, September 11, 2026
spot_img

PUPR Kalsel Pastikan Suplai Air untuk Pembasahan Karhutla di Ring 1 Berjalan Lancar

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan memastikan dukungan suplai air untuk pembasahan kawasan Ring 1 dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan optimal.

Kepala Dinas PUPR Kalsel Ir. M. Yasin Toyib, ST., MT. mengatakan, pihaknya mendapat tugas dari Gubernur Kalimantan Selatan untuk mendukung ketersediaan dan suplai air, khususnya bagi kebutuhan pembasahan di kawasan Ring 1.

Hal tersebut disampaikan Yasin usai menghadiri audiensi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Kantor BPBD Kalsel, Banjarbaru, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, hingga saat ini persiapan pendukung pembasahan kawasan Ring 1 telah berjalan sesuai rencana. Sejumlah kanal telah dibuka dan pompa-pompa air juga telah tersedia sehingga proses pembasahan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Semua sudah on the track, artinya kanal-kanal sudah dibuka, kemudian pompa-pompa sudah tersedia, sehingga pembasahan di daerah Ring 1 kita jamin berjalan lancar,” kata Yasin.

Namun, pengaturan suplai air tetap dilakukan secara terukur dengan sistem operasional tertentu. Hal ini karena ketersediaan air juga harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan lainnya, termasuk kebutuhan air bersih masyarakat, pertanian, dan perikanan.

PUPR Kalsel bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) terus melakukan koordinasi agar distribusi air dapat memenuhi berbagai kebutuhan tersebut secara proporsional, sekaligus mendukung penanganan karhutla.

Yasin menegaskan, Dinas PUPR Kalsel siap mengikuti arahan BPBD Kalsel sebagai koordinator penanganan karhutla dan memberikan dukungan suplai air selama masih diperlukan.

“Kita akan mengikuti arahan dari teman-teman BPBD sebagai ketua dari tim karhutla. Sampai tanggal berapa pun kita siap sedia membackup kebutuhan suplai air,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sumber utama sistem pengelolaan air berasal dari Bendungan Riam Kanan. Di tengah kondisi cuaca yang belum menunjukkan hujan, pengaturan debit air harus dilakukan secara cermat agar ketersediaan air tetap terjaga.

Karena itu, Yasin mengajak masyarakat untuk turut menghemat penggunaan air, terutama untuk kebutuhan yang tidak mendesak. Penghematan diperlukan sebagai langkah antisipasi mengingat hingga saat ini curah hujan masih minim.

“Kita sama-sama menghemat karena sampai detik ini masih tidak ada hujan. Jadi kita perlu pencadangan, jaga-jaga agar masyarakat bisa bijaksana dalam penggunaan air,” katanya. As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img