29 C
Banjarbaru
Senin, Agustus 31, 2026
spot_img

Percepat Pengendalian Karhutla di Ring 1 Bandara Syamsudin Noor

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan percepatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di wilayah Kalimantan Selatan, khususnya kawasan ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Hal tersebut disampaikannya usai meninjau langsung pelaksanaan pengendalian karhutla menggunakan pompa air, Selasa (25/8/2026) malam.

Hanif mengatakan, kesiapan perangkat pompa air yang dikerahkan untuk mendukung pengendalian karhutla saat ini terus ditingkatkan. Dari skala kesiapan 1 hingga 100 persen, perangkat yang tersedia baru sekitar 30 persen karena kondisi medan menjadi salah satu kendala dalam proses pemasangan dan pengoperasian.

“Sekarang mungkin posisinya dari skala 1 sampai 100, baru di angka 30 persen dari kesiapan perlengkapan. Memang kendalanya relatif banyak, arealnya rumit dan tidak stabil, tetapi percepatannya terus kita usahakan,” ujar Hanif.

Ia berharap pada hari berikutnya kesiapan peralatan dapat meningkat hingga mencapai 50–60 persen. Namun, Hanif menekankan seluruh perangkat yang telah terpasang tidak menunggu seluruh sistem selesai, melainkan langsung dioperasionalkan untuk mendukung upaya pemadaman.

“Semua mesin yang bisa bergerak kita gerakkan. Semua irigasi yang perlu dan bisa direvitalisasi, kita revitalisasi. Namun masih perlu banyak upaya, sehingga kita mendorong semua gerakan dipercepat,” katanya.

Menurut Hanif, percepatan tersebut penting mengingat ketersediaan sumber air untuk mendukung pemadaman semakin terbatas. Karena itu, pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat langkah operasional di sejumlah wilayah prioritas yang terdampak karhutla.

Selain memperkuat operasi di lapangan, Hanif mengatakan pengawasan juga dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan perkembangan karhutla dapat segera direspons. Pemerintah bersama aparat dan unsur terkait terus melakukan pemantauan langsung terhadap wilayah-wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran.

Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, terutama enam provinsi utama yang saat ini menghadapi peningkatan dampak karhutla. Kalimantan Selatan, menurutnya, juga terus melakukan berbagai langkah dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.

“Kita akan terus monitor dan memastikan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan secara sistematis mampu mereduksi bencana asap yang saat ini masih terus terjadi,” ujarnya.

Hanif juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam pengendalian karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan. Menurutnya, pencegahan dari masyarakat sangat penting karena kondisi sumber air yang semakin terbatas dapat menyulitkan proses pemadaman apabila kebakaran terus meluas.SM-Pemprovkalsel

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img