Di tengah kondisi ekonomi saat ini, belanja bijak penting agar penghasilan yang dimiliki dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari, seperti pangan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani, mengajak masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, menerapkan belanja bijak di tengah kondisi ekonomi saat ini. Langkah ini penting agar pengeluaran keluarga tetap terkendali dan kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi.
Neli mengatakan, kunci belanja bijak adalah mendahulukan kebutuhan daripada keinginan serta menyusun prioritas pengeluaran, mulai dari kebutuhan pokok hingga biaya pendidikan anak.
“Belanja bijak itu tentunya mendahulukan mana yang menjadi kebutuhan, kemudian memilah mana yang merupakan keinginan. Kebutuhan harus kita dahulukan, sedangkan keinginan masih bisa ditunda,” ujarnya, Selasa (13/10/2026) pagi.
Ia menjelaskan, masyarakat juga perlu cermat memanfaatkan diskon dan promo belanja. Menurutnya, potongan harga boleh dimanfaatkan selama barang yang dibeli benar-benar dibutuhkan dan jumlahnya sesuai kebutuhan keluarga.
“Kalau ada diskon, boleh saja kita manfaatkan, tetapi dalam jumlah yang memang kita perlukan. Kalau kebutuhan kita dalam sebulan hanya 10 bungkus, tetapi membeli 20 atau 30 bungkus, itu bisa mubazir dan kedaluwarsa,” jelasnya.
Selain mengatur pengeluaran rumah tangga, Neli menekankan pentingnya mengajarkan kebiasaan belanja bijak kepada anak sejak dini. Salah satunya dengan membiasakan anak menunda keinginan membeli barang tertentu agar belajar bersabar dan memahami nilai uang.
“Anak-anak juga perlu kita ajarkan untuk tidak selalu mendapatkan sesuatu yang diinginkan setiap bulan. Misalnya, ketika mereka menginginkan suatu barang, kita bisa mengajarkan untuk menunggu sampai tiga bulan ke depan,” ungkapnya.
Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membantu anak mempertimbangkan kembali keinginannya sebelum membeli sesuatu, sekaligus mencegah perilaku konsumtif.
Neli berharap, penerapan belanja bijak dapat menjadi kebiasaan dalam keluarga, mulai dari menentukan prioritas kebutuhan, memanfaatkan promo secara tepat, hingga mengajarkan anak mengelola keinginan.
“Masyarakat diharapkan mampu mengatur keuangan secara lebih cermat, menghindari pemborosan, dan menjaga kestabilan ekonomi keluarga,”. PW![]()








