Di tengah ketatnya persaingan dan tuntutan zaman, sosok Putri Ratu Balqist atau yang akrab disapa Ratu tampil sebagai potret nyata generasi muda Indonesia yang tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga menanamkan nilai kebermanfaatan bagi orang lain. Di usia 25 tahun, Ratu telah mencapai kemandirian finansial dan membangun karier yang berkembang pesat, sekaligus aktif menggerakkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) muda Indonesia.
Bagi Ratu, sukses bukan sekadar tentang angka, gelar, atau deretan prestasi yang terpajang di dinding. Sukses, menurutnya, adalah keberanian untuk bertumbuh setiap hari.
“Sukses itu bukan seberapa banyak piala atau piagam yang kita miliki, tapi seberapa berani kita keluar dari zona nyaman. Bahkan dari hal sederhana seperti bangun pagi, menjalankan rutinitas dengan niat untuk terus berprogres,” ujar Ratu kepada IniKalsel.id, Selasa (30/12/2025).
Filosofi inilah yang ia tanamkan pada diri sendiri dan lingkungan sekitarnya: perjalanan kecil yang konsisten jauh lebih berharga daripada pencapaian instan.
Investasi Terbesar: Membangun Diri Sendiri
Dalam perjalanan kariernya, Ratu meyakini satu prinsip utama yang selalu ia pegang: investasi terbaik adalah investasi pada diri sendiri.
“Mulai dari pendidikan, karier, sampai pengembangan skill. Perbanyak ilmu, cari ruang dan wadah yang bisa memberi dampak positif agar kita bisa melangkah lebih jauh dari hari ini,” tuturnya.
Baginya, belajar tidak pernah berhenti. Pendidikan formal, pengalaman lapangan, dan pengembangan soft skill merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter serta daya saing generasi muda di dunia kerja yang semakin dinamis.
Membangun Tim dengan Sentuhan Keluarga
Dalam mengelola tim, Ratu tidak sekadar menerapkan pola kerja profesional, tetapi juga membangun hubungan berbasis kekeluargaan. Ia memposisikan setiap orang di sekitarnya bukan sebagai bawahan, melainkan sebagai rekan seperjalanan.
“Kami membangun hubungan seperti keluarga. Bukan atasan dan bawahan,” ungkapnya.
Pendekatan tersebut diperkuat dengan sistem target mingguan dan bulanan, rapat evaluasi rutin, serta komunikasi dua arah yang terbuka.
“Selalu ada revisi, evaluasi, apa yang kurang dan perlu ditambah. Semua bisa disampaikan supaya komunikasi tetap sehat dan suasana kerja nyaman,” jelas Ratu.
Ia menegaskan bahwa karakter sebuah tim sangat ditentukan oleh inisiatif dan peran pemimpin dalam membangun budaya kerja yang saling menghargai dan berkembang bersama.
Bisnis sebagai Jembatan Mimpi dan Dampak Sosial
Kesuksesan finansial tidak menjadikan Ratu berhenti pada pencapaian pribadi. Ia justru menjadikannya sebagai jembatan untuk menciptakan dampak sosial. Di usia 25 tahun, ia mendirikan akun edukasi @Primefutureacademy, sebuah platform yang bergerak di bidang pendidikan dan program beasiswa bagi anak muda.
Program yang digagas Ratu tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga menghadirkan edukasi, sosialisasi, serta pengembangan soft skill bagi para penerima manfaat.
Visi yang ia bangun sejak awal usia 20-an untuk mandiri secara finansial dan sukses dalam karier, kini berkembang menjadi misi besar: mendorong lahirnya SDM muda Indonesia yang unggul, percaya diri, dan berdaya saing.
Ratu membuktikan bahwa generasi muda tidak hanya mampu meraih kesuksesan pribadi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan bagi masa depan bangsa — dengan hati, visi, dan komitmen untuk berbagi. Reporter, Farissa Avikass Borneta, S.Sos untuk IK![]()









