31.1 C
Banjarbaru
Senin, November 2, 2026
spot_img

Kopiambar dan Dispersip Sinergi Membuat Bahan Bacaan Anak Bermuatan Lokal 

Kolaborasi komunitas literasi dan pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan dalam menghadirkan bahan bacaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Di Tanah Bumbu, sinergi itu diwujudkan melalui penerbitan dua buku cerita anak bermuatan lokal hasil karya Tim Folklore lembaga literasi berinklusi sosial Komunitas Pegiat Gambar (Kopiambar) Bacarita bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu.

Dua buku tersebut disiapkan untuk memperkaya khazanah bacaan anak sekaligus mengenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Bumi Bersujud kepada generasi muda. Kehadirannya diharapkan menjadi alternatif bacaan edukatif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap daerah sendiri.

Kepala Dispersip Tanah Bumbu, Yulia Rahmadani, mengatakan penerbitan buku cerita anak bermuatan lokal merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan koleksi perpustakaan, khususnya bahan bacaan yang memiliki identitas dan kekhasan daerah.

Menurutnya, Tanah Bumbu memiliki kekayaan cerita, legenda, tradisi, serta nilai-nilai budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya. Selama ini, sebagian kekayaan tersebut diwariskan secara lisan sehingga perlu didokumentasikan dan dikemas dalam bentuk bacaan yang menarik.

“Melalui buku cerita bermuatan lokal, anak-anak dapat mengenal lebih dekat daerah tempat mereka tumbuh. Mereka bisa belajar tentang cerita dan nilai-nilai budaya daerah dengan cara yang menyenangkan, melalui kisah yang dekat dengan dunia mereka,” ungkap Yulia saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (31/10/2026).

Ia berharap, buku-buku tersebut tidak hanya menjadi koleksi perpustakaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan keluarga, sekolah, komunitas literasi, dan masyarakat luas sebagai bahan bacaan maupun sumber pembelajaran.

Dua seri buku cerita anak yang dihadirkan adalah seri warisan budaya dan seri persahabatan. Keduanya kini sudah dapat dinikmati masyarakat melalui layanan Perpustakaan Umum Daerah Tanah Bumbu.

Proses kreatif penulisan buku melibatkan sejumlah pegiat literasi yang tergabung dalam Tim Folklore Kopiambar Bacarita. Dua penulis yang terlibat adalah Ngatmiyatum dan Fauzi Rohmah. Sementara penyuntingan dilakukan oleh Musdalipah, widyabahasa sekaligus penulis cerita anak dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan.

Tim juga melibatkan Fitrah Agma Putri pada bagian riset, Ari Robi Rusadi untuk perwajahan dan desain, serta Muzakkir Munzir sebagai ketua tim.
Kopiambar Bacarita sendiri dikenal sebagai komunitas yang konsisten menghadirkan karya-karya literasi dengan mengangkat potensi dan kekayaan lokal Tanah Bumbu.

Sebelumnya, Tim Folklore komunitas ini telah menghasilkan sejumlah karya, di antaranya buku Cerita Rakyat Tanah Bumbu dan Pigura Tanah Bumbu. Selain itu, komunitas ini juga produktif menerbitkan kumpulan artikel opini, cerita pendek, dan feature yang mengangkat berbagai dinamika daerah.

Yulia mengapresiasi konsistensi Kopiambar Bacarita dalam melahirkan karya-karya bermuatan lokal. Menurutnya, keterlibatan komunitas literasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi yang tidak hanya mendorong kebiasaan membaca, tetapi juga menjadikan kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat sebagai sumber pengetahuan.

“Kami berharap anak-anak Tanah Bumbu kelak tidak hanya tumbuh sebagai pembaca, tetapi juga menjadi pencipta karya dan pencerita yang mampu memperkenalkan kekayaan daerahnya kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Sinergi antara Dispersip dan Kopiambar Bacarita ini menjadi gambaran bahwa gerakan literasi dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian budaya. Melalui buku, cerita dan ingatan kolektif masyarakat dapat terus diwariskan, sehingga kekayaan lokal Tanah Bumbu tetap dikenal oleh generasi mendatang. Bzak

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img