Cuaca ekstrem dan kemarau panjang yang melanda Kota Banjarmasin tidak hanya meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan akibat kabut asap, tetapi juga memicu peningkatan kasus diare.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin mencatat sedikitnya 355 warga mengalami keluhan diare yang tersebar di sejumlah wilayah dan terdata melalui seluruh puskesmas di Banjarmasin.
Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Yanuardiansyah, mengatakan diare kini menjadi salah satu penyakit yang paling banyak dikeluhkan masyarakat setelah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Penderitanya sekarang berjumlah 355 orang, yang diambil dari seluruh puskesmas di Banjarmasin,” ujar Yanuar, Senin (28/9/2026) pagi.
Menurut Yanuar, peningkatan kasus diare berkaitan dengan faktor lingkungan dan pola hidup yang kurang bersih. Kondisi kemarau panjang juga menyebabkan ketersediaan air bersih berkurang.
Selain itu, intrusi air laut menyebabkan kadar garam di sejumlah sumber air sungai meningkat sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan air yang layak digunakan masyarakat.
“Musim kemarau ini penderita diare meningkat setiap pekannya, sekarang berjumlah 355 orang. Ini terindikasi karena krisis air bersih serta suhu panas yang mempercepat pertumbuhan kuman,” tuturnya.
Untuk mencegah kasus terus bertambah, Dinkes Banjarmasin mengimbau masyarakat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama dalam menjaga kebersihan tangan, makanan, air, dan lingkungan.
Masyarakat diminta mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan, sebelum mengolah makanan, dan setelah menggunakan toilet.
Selain itu, air untuk konsumsi harus dipastikan bersih dan dimasak hingga mendidih sempurna. Bahan makanan juga perlu dicuci dengan baik dan masyarakat diimbau menghindari makanan dari tempat yang kebersihannya tidak terjamin.
“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik dan menutup tempat sampah agar tidak mengundang lalat yang dapat membawa kuman ke makanan,” tambahnya.
Dengan langkah pencegahan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko penularan penyakit diare di tengah kondisi kemarau dan keterbatasan air bersih yang masih terjadi di Banjarmasin. PW![]()








