26.6 C
Banjarbaru
Selasa, Oktober 27, 2026
spot_img

Inflasi Jadi Perhatian, Pemkab Tanah Laut Perluas Pasar Murah hingga Desa

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah melalui penyelenggaraan pasar murah yang menyasar masyarakat di seluruh kecamatan. Sepanjang 2026, sekitar 40 kegiatan pasar murah telah diagendakan untuk membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Pasar murah yang digelar di eks Terminal Tanah Habang, Kecamatan Pelaihari, Selasa (27/10/2026), merupakan kegiatan Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan yang didukung Pemkab Tanah Laut melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag).

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Adilla Redha Yanti, S.STP., M.A., mengatakan pasar murah menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di tengah berbagai tekanan ekonomi.

Menurutnya, kegiatan pasar murah dilaksanakan dalam beberapa momentum, mulai dari menjelang Idulfitri, Iduladha, pengendalian inflasi, hingga menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Pasar murah juga salah satu instrumen untuk mengendalikan inflasi. Kami sangat berupaya memberikan keterjangkauan harga kepada masyarakat melalui kegiatan ini,” ujarnya.

Adilla menjelaskan, pelaksanaan pasar murah khusus pengendalian inflasi menyasar lima kabupaten/kota di Kalimantan Selatan yang telah ditentukan Kementerian Perdagangan. Kabupaten Tanah Laut menjadi salah satu daerah yang mendapat giliran pelaksanaan kegiatan tersebut.

Berbagai kebutuhan pokok disediakan dalam kegiatan itu, di antaranya Minyakita, gula premium, tepung, dan teh. Khusus Minyakita kemasan dua liter, harga di pasaran yang menjadi acuan disebut mencapai Rp31.400, sedangkan dalam pasar murah dijual Rp30.000.

Tingginya minat masyarakat terhadap minyak goreng bersubsidi tersebut membuat pihak penyelenggara menyediakan stok dalam jumlah besar. Setiap pembeli diperbolehkan membeli maksimal empat pouch atau setara delapan liter, lebih banyak dibandingkan ketentuan di sejumlah kabupaten lain yang membatasi pembelian dua pouch.

Adilla menambahkan, pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan secara berkala melalui koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Pemerintah juga memantau perkembangan harga setiap hari untuk mengantisipasi perubahan yang berpotensi memengaruhi inflasi.

Menurutnya, kenaikan harga dipengaruhi berbagai faktor, baik global maupun domestik, serta mekanisme pasar. Karena itu, diperlukan sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar intervensi melalui pasar murah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kami berharap kabupaten/kota terus bersinergi. Selama ini dukungan pemerintah daerah sangat baik, bahkan ada yang secara khusus menganggarkan tambahan untuk memperbanyak titik pasar murah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Diskumdag Tanah Laut, Hairul Rijal, menyebutkan pemerintah kabupaten telah mengagendakan sekitar 40 kegiatan pasar murah sepanjang 2026. Pelaksanaannya tidak hanya terpusat di Pelaihari, tetapi juga menjangkau kecamatan hingga desa.

“Jadi bukan hanya di Kota Pelaihari, tetapi juga di kecamatan-kecamatan dan desa-desa. Ini merupakan tugas kami untuk melayani masyarakat Tanah Laut,” ujar Hairul.

Ia menjelaskan, selain kegiatan yang telah dijadwalkan, Pemkab Tanah Laut juga mendukung pasar murah insidentil melalui kerja sama dengan pihak swasta dan berbagai pemangku kepentingan.

Program tersebut diharapkan dapat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah musim kemarau yang turut memengaruhi aktivitas pertanian. Selisih harga sejumlah komoditas dalam pasar murah dengan harga pasar berkisar Rp2.000 hingga Rp4.000, bergantung pada jenis barang.

Hairul menegaskan, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Keterlibatan pelaku usaha dan dukungan masyarakat diperlukan agar stabilitas harga serta ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga.

Melalui perluasan titik pasar murah dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Tanah Laut berharap masyarakat semakin mudah memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus mendukung terwujudnya Tanah Laut Simpun, Maju, dan Berkelanjutan.Dede

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img