31 C
Banjarbaru
Sabtu, Oktober 3, 2026
spot_img

Guru Rentan Kabut Asap, BKPSDM Minta Disdik Segera Rumuskan Kebijakan WFH dan Penyesuaian Jam Kerja

Meninggalnya seorang guru di Banjarmasin setelah mengalami gangguan pada pernafasan atau asma di tengah kondisi kabut asap juga menjadi perhatian terhadap risiko kesehatan yang dihadapi kelompok rentan. Peristiwa tersebut menjadi salah satu pengingat mengenai pentingnya perlindungan bagi masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan ketika kualitas udara memburuk.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin mulai menyiapkan langkah perlindungan bagi guru ASN yang masuk kelompok rentan terhadap dampak kabut asap.

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Banjarmasin telah menggelar rapat lintas sektoral untuk membahas penanggulangan dampak karhutla. Rapat tersebut melibatkan Dinas Pendidikan, Bagian Organisasi, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, serta BPBD Kota Banjarmasin.

Kepala BKPSDM Banjarmasin, Totok Agus Daryanto, mengatakan kebijakan terkait guru akan dirumuskan oleh Dinas Pendidikan karena berkaitan langsung dengan guru dan peserta didik.

“Sudah dirapatkan, semua kebijakan dirumuskan di Disdik karena menyangkut guru,” ujar Totok, Sabtu (3/10/2026) pagi.

Menurut Totok, opsi work from home (WFH) bagi guru yang rentan terdampak kabut asap menjadi bagian dari pembahasan dan kewenangan Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti.

“Kebijakan WFH bagi guru rentan dampak kabut asap merupakan tupoksi Dinas Pendidikan sebagai pemilik kebijakan dan menindaklanjuti, karena guru dan murid berada di bawah naungan Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Sementara untuk ASN di luar lingkungan pendidikan, BKPSDM Banjarmasin saat ini telah mengeluarkan aturan mengenai kewajiban penggunaan masker.

Namun, kebijakan lanjutan terkait penyesuaian aktivitas kerja ASN masih akan dikaji dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan dan arahan Wali Kota Banjarmasin.

“Namun kami akan melakukan kajian lanjutan nantinya sesuai arahan Pak Wali Kota,” katanya.

Sementara itu, kualitas udara di Kota Banjarmasin kembali memburuk. Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau melalui stasiun Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) di kawasan Kayu Tangi menunjukkan angka PM10 mencapai 1.058 pada Sabtu (3/10/2026) pukul 06.00 Wita.

Angka tersebut melonjak tajam setelah sebelumnya sempat turun hingga 143 PM10 dan berada pada status kuning. Kini, kualitas udara Banjarmasin kembali masuk status hitam.
Memburuknya kualitas udara terjadi di tengah karhutla yang masih berlangsung. Kabut asap yang ditimbulkan berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki penyakit atau gangguan pada saluran pernapasan.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Yanuardiansyah, mengatakan masyarakat yang memiliki penyakit kronis pada saluran pernapasan seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) lebih rentan ketika terpapar udara tercemar.

“Secara teknis, pada pasien yang memang memiliki penyakit kronis pada saluran napas, seperti asma, PPOK dan lainnya, memang akan terpengaruh bila terpapar udara yang tercemar,” kata Yanuardiansyah.

Ia menjelaskan, penderita asma yang kondisinya sudah terkontrol sekalipun dapat kambuh apabila terpapar udara tercemar. Polutan dapat menyebabkan iritasi hingga peradangan pada saluran pernapasan.

“Pada pasien asma yang sudah terkontrol sekalipun, bila terpapar udara yang tercemar, maka dapat membuat asmanya kambuh karena terjadi iritasi hingga peradangan pada saluran pernapasan oleh polutan pada udara,” jelasnya.

Menurut Yanuardiansyah, semakin tinggi tingkat pencemaran udara, semakin besar pula dampaknya terhadap kesehatan.
“Ya, semakin berdampak bila pencemaran udaranya semakin tinggi,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat menggunakan masker, sementara penderita asma diminta selalu membawa obat yang diperlukan dan mengurangi aktivitas diluar rumah apabila memungkinkan.

“Yang pastinya memakai masker, selalu membawa obat asmanya, mengurangi aktivitas berat bila memungkinkan,” tutupnya. PW

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img