31 C
Banjarbaru
Sabtu, Oktober 10, 2026
spot_img

DKP3 Banjarmasin Gelar Lomba B2SA, Dorong Inovasi Olahan Pangan Lokal

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin menggelar lomba pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) serta diversifikasi olahan pangan lokal tingkat kota, Minggu (10/10/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo DKP3 Banjarmasin ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin. Lomba diinisiasi Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan (KKP) bekerja sama dengan TP PKK Kota Banjarmasin, dengan peserta dari pengurus PKK di lima kecamatan.

Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani, mengatakan lomba B2SA dan diversifikasi olahan pangan lokal rutin dilaksanakan untuk mendorong kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat dan bergizi.

“Alhamdulillah, sajian yang dilombakan tahun ini sangat kreatif. Bahan utamanya menggunakan umbi-umbian tanpa tepung dan beras. Ini sejalan dengan konsep B2SA yang mengedepankan makanan sehat dan bergizi, khususnya untuk balita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banjarmasin sekaligus juri kehormatan, Farida Rachmawati, mengapresiasi inovasi peserta dalam menyajikan makanan berbahan dasar umbi-umbian.

Menurutnya, kreativitas dalam mengolah bahan pangan alami perlu terus dikembangkan dengan tetap memperhatikan keamanan pangan dan kandungan gizi, terutama bagi balita dan ibu hamil.

“Peserta tahun ini semakin kreatif. Selain tampilan yang menarik, inovasi menu juga harus memperhatikan keamanan bahan dan nilai gizinya. Lomba ini menjadi ajang untuk meningkatkan kreativitas kader PKK dalam menghadirkan menu sehat yang menarik dan disukai balita maupun ibu hamil,” ungkap Farida.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP3 Banjarmasin, Junita Rachmawaty, menambahkan antusiasme peserta dari lima kecamatan tahun ini cukup tinggi. Sajian yang ditampilkan juga menunjukkan peningkatan kreativitas dibandingkan tahun sebelumnya.

Penilaian lomba melibatkan TP PKK Kota Banjarmasin, Sekretaris Daerah, perwakilan hotel, serta ahli gizi dari Dinas Kesehatan. Aspek penilaian mencakup komposisi menu, porsi sesuai kebutuhan balita, kandungan gizi, cita rasa, tampilan, dan keamanan pangan.

“Peserta semakin inovatif dan banyak menghadirkan ide baru. Karena menu ini ditujukan untuk balita, penyajiannya harus menarik agar mereka lebih tertarik untuk mencoba dan mengonsumsi makanan sehat,” jelas Junita. PW

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img