Matahari kemarau terasa menyengat di Taman Makam Pahlawan Banjarbaru, Rabu (9/9/2026). Di antara deretan makam yang tertata rapi, rumput dan tanaman penghias mulai kehilangan kesegarannya. Sebagian terlihat mengering, menandai kerasnya musim kemarau yang tengah berlangsung.
Di tengah suasana itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Provinsi Kalimantan Selatan, Ir H Syamsir Rahman, M.S., justru menggenggam selang air. Perlahan ia mengarahkan siraman ke tanaman dan rerumputan yang tumbuh di sekitar makam para pahlawan.
Air yang menyembur dari selang membasahi tanah dan dedaunan yang sebelumnya tampak kering. Bagi Syamsir, menyiram tanaman di tempat tersebut bukan sekadar aktivitas merawat taman, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa.
“Jangankan yang hidup, makam pahlawan gin kita beri air agar rumput dan tanaman yang ada di atasnya tetap tumbuh dan hidup,” ujar Syamsir.
Menurutnya, air merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan. Tidak hanya manusia dan makhluk hidup, tanaman yang tumbuh di kawasan pemakaman juga membutuhkan air agar tetap bertahan menghadapi kondisi cuaca yang panas dan kering.
“Air kehidupan diperlukan baik oleh yang masih hidup, namun juga dibutuhkan oleh tanaman dan tumbuhan di Pemakaman Bahagia dan Makam Pahlawan,” katanya.
Syamsir menjelaskan, perhatian terhadap tanaman di kawasan pemakaman menjadi semakin penting saat musim kemarau. Tanaman dan rumput yang mengalami kekeringan akan lebih mudah terbakar ketika terpapar panas dalam waktu lama. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, terutama ketika lingkungan sekitar juga dalam keadaan kering.
“Kalau kekeringan maka akan mudah terbakar akibat panas. Untuk itu kita beri siraman untuk tumbuhan yang ada di atas makam tersebut,” jelasnya.
Siraman air yang dilakukan Syamsir pun menjadi gambaran sederhana tentang pentingnya menjaga ruang terbuka hijau, termasuk kawasan pemakaman. Di tempat yang menyimpan sejarah dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan itu, keberadaan rumput dan tanaman bukan hanya memperindah lingkungan, tetapi juga membantu menjaga kawasan tetap teduh dan terawat.
Di tengah kemarau yang membuat banyak tanaman berjuang mempertahankan kehidupannya, air yang dialirkan dari selang menjadi simbol kepedulian. Setiap tetesnya menghidupkan kembali rerumputan dan tanaman di atas makam, sekaligus menjaga kawasan tersebut tetap hijau di tengah teriknya musim kemarau. As![]()








