Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong inovasi pertanian di tengah kondisi kekeringan akibat fenomena El Nino. Salah satunya melalui budidaya sayuran dengan teknologi hidroponik yang dikembangkan di lingkungan perkantoran DPKP Kalsel.
Kepala DPKP Provinsi Kalsel, Ir H Syamsir Rahman, M.S, mengatakan, pada Selasa (29/9/2026), pihaknya kembali melakukan panen sayuran hidroponik berupa kangkung dan selada merah.

“Bismillahirrahmanirrahim, hari ini kami panen lagi. Ada dua yang kami panen, yang pertama kangkung dan yang kedua selada merah,” ujar Syamsir di Banjarbaru.
Ia menjelaskan, kangkung yang dipanen dibudidayakan tanpa menggunakan herbisida maupun bahan kimia, sehingga menghasilkan sayuran yang segar dan lebih aman untuk dikonsumsi.

“Untuk panen kangkung, tidak ada herbi atau bahan kimia, sehingga murni semuanya organik,” katanya.
Menurut Syamsir, kondisi kekeringan yang terjadi akibat El Nino tidak menyurutkan semangat DPKP Kalsel untuk terus melakukan penanaman dan menghasilkan komoditas pertanian.
Melalui bidang hortikultura, kata dia, berbagai inovasi terus dilakukan agar aktivitas pertanian tetap berjalan meskipun menghadapi keterbatasan air dan kondisi musim kemarau yang panjang.

“Kondisi kekeringan El Nino seperti ini tidak menyurutkan kita semua. Kami Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di bawah bidang hortikultura tetap selalu berinovasi dan selalu menanam, kemudian kita panen,” jelasnya.
Syamsir menambahkan, pemanfaatan teknologi hidroponik menjadi salah satu alternatif budidaya yang dapat diterapkan pada lahan terbatas, termasuk di lingkungan perkantoran. Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas pertanian tidak harus selalu dilakukan di lahan persawahan.
“Walaupun musim kemarau yang panjang, tidak hanya di sawah, tapi di perkantoran pun seperti hidroponik hari ini kita tetap melakukan tanam dan panen,” katanya.
Menurutnya, inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menghasilkan pangan secara mandiri.
Dengan sistem hidroponik, lahan terbatas dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sayuran bergizi dan segar. Model budidaya tersebut juga dapat menjadi contoh pemanfaatan pekarangan maupun ruang terbatas sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.
Syamsir menegaskan, sektor pertanian di Kalsel akan terus didorong untuk berkembang melalui inovasi dan penerapan teknologi, termasuk dalam menghadapi tantangan perubahan kondisi iklim.
“Kalimantan Selatan di bawah kepemimpinan Pak Gubernur, Pak Muhidin, selalu berinovasi khusus untuk sektor pertanian. Tidak pernah berhenti,” tegasnya.
Menariknya, hasil panen hidroponik tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal. Sebagian sayuran segar juga dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa kegiatan budidaya hidroponik tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga dapat menghadirkan manfaat sosial bagi lingkungan sekitar.
Dari kebun hidroponik yang berada di lingkungan DPKP Kalsel, inovasi pertanian terus tumbuh. Di tengah tantangan El Nino dan keterbatasan lahan, aktivitas tanam dan panen tetap dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga ketersediaan pangan sekaligus menghadirkan pangan yang sehat, segar, dan berkualitas bagi masyarakat. As![]()








