35 C
Banjarbaru
Rabu, September 30, 2026
spot_img

Bukan Sekadar Jabatan, Galuh Tantri Ajak Mahasiswa Sari Mulia Menyiapkan Diri Menjadi Pemimpin Masa Depan

Menjadi pemimpin tidak selalu dimulai dari sebuah jabatan. Ia bisa berawal dari ruang kelas, organisasi kampus, keberanian menyampaikan gagasan, hingga kesediaan mengambil tanggung jawab atas sebuah pekerjaan kecil.

Pesan itulah yang coba ditanamkan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr. Ir. Hj. Galuh Tantri Narindra, S.T., M.T., kepada mahasiswa baru Universitas Sari Mulia (Unism).

Di hadapan mahasiswa dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Sari Mulia Tahun 2026 di Aula Universitas Sari Mulia, Banjarmasin, Senin (28/9/2026), Galuh Tantri membawa satu pesan utama: kepemimpinan perlu dipersiapkan sejak muda.

Melalui materi bertajuk “Im Ready To Lead a Future”, ia mengajak mahasiswa melihat kepemimpinan dari perspektif yang lebih luas. Pemimpin, menurut materi yang disampaikannya, bukan sekadar orang yang memiliki posisi atau kewenangan, melainkan seseorang yang mampu memengaruhi dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.

Dengan perspektif tersebut, kampus tidak hanya menjadi tempat mengejar nilai akademik. Kampus juga menjadi ruang untuk belajar mengambil keputusan, bekerja dalam tim, membangun jejaring, menyelesaikan persoalan, sekaligus menguji karakter.

Kredibilitas Tidak Datang Seketika

Di tengah perubahan yang berlangsung cepat, Galuh Tantri menempatkan kredibilitas sebagai salah satu modal penting bagi pemimpin muda.

Kredibilitas tidak dibangun dalam semalam. Ia tumbuh dari tiga fondasi yang saling berkaitan: kompetensi, karakter dan konsistensi.

Kompetensi berarti memiliki pengetahuan, keahlian dan kapasitas yang dapat dibuktikan. Karakter berkaitan dengan integritas, etika, kejujuran dan nilai moral. Sementara konsistensi tercermin dari kemampuan menepati janji, menjaga performa dan mempertahankan dedikasi dalam jangka panjang.

Bagi mahasiswa baru, pesan tersebut menjadi penting. Sebab, kepemimpinan tidak harus menunggu seseorang menjadi pejabat, pimpinan organisasi atau pemegang jabatan tertentu.

Kepemimpinan dapat dimulai dari hal sederhana: berani mengambil tanggung jawab, menyelesaikan tugas, menghargai orang lain, mampu bekerja sama dan konsisten terhadap apa yang telah disepakati.

Ketika Usia Bukan Lagi Alasan

Menjadi pemimpin muda tentu memiliki tantangan tersendiri.

Dalam paparannya, Galuh Tantri menguraikan sejumlah tantangan yang dapat dihadapi generasi muda, mulai dari keraguan terhadap usia dan pengalaman, keterbatasan jaringan, tuntutan untuk menghasilkan inovasi dengan sumber daya terbatas, hingga tantangan transparansi di ruang digital dan perubahan teknologi yang sangat cepat.

Namun, tantangan tersebut bukan alasan untuk berhenti mencoba.

Mahasiswa justru didorong memperbanyak pengalaman. Belajar tidak hanya melalui buku dan ruang kuliah, tetapi juga melalui organisasi, komunitas, kegiatan sosial dan berbagai aktivitas yang memberi kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Sebab, pengalaman memimpin sebuah kelompok kecil sekalipun dapat menjadi proses belajar untuk menghadapi persoalan yang lebih besar di kemudian hari.

Belajar, Beradaptasi, dan Berani Mengambil Peran

Galuh Tantri mendorong mahasiswa membangun kompetensi melalui pembelajaran berkelanjutan. Penguasaan data, teknologi dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian dari bekal yang perlu dipersiapkan generasi muda.

Mahasiswa juga didorong mengambil pengalaman praktis dan mulai berani memimpin kegiatan maupun terlibat dalam berbagai program. Dengan begitu, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti sebagai teori, tetapi dapat diterapkan dalam situasi nyata.

Namun, kompetensi saja belum cukup.

Di tengah derasnya informasi dan perubahan digital, seorang pemimpin juga dituntut memiliki karakter yang kuat. Kejujuran, transparansi, tanggung jawab, empati dan kemampuan berkolaborasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kepemimpinan.

Jangan Hanya Mengejar Prestasi, Ciptakan Dampak

Pesan lain yang ditekankan Galuh Tantri adalah pentingnya mengubah kemampuan menjadi dampak nyata.

Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki gagasan. Mereka perlu belajar mengukur hasil, membangun jejaring, mencari mentor dan mengumpulkan pengalaman yang pada akhirnya membentuk rekam jejak.

Setiap keberhasilan, termasuk yang tampak kecil, dapat menjadi bagian dari perjalanan membangun kepercayaan.

Dalam konteks itu, organisasi mahasiswa, komunitas maupun kegiatan sosial dapat menjadi laboratorium kepemimpinan. Di sanalah mahasiswa belajar menghadapi perbedaan pendapat, membagi tugas, menyelesaikan konflik dan memastikan sebuah program berjalan hingga menghasilkan manfaat.

Suara Anak Muda dan Masa Depan Kalsel

Kepemimpinan juga tidak dapat dipisahkan dari kemampuan berkomunikasi.

Galuh Tantri mengajak mahasiswa berani menyampaikan gagasan, mengasah kemampuan berbicara di depan publik, memanfaatkan ruang digital secara positif serta ikut menyuarakan aspirasi di lingkungan masing-masing.

Media sosial, menurut materi yang disampaikan, tidak hanya dapat digunakan sebagai ruang membangun personal branding, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan advokasi terhadap berbagai persoalan di masyarakat, termasuk isu lingkungan dan UMKM lokal.

Pada akhirnya, perjalanan menjadi pemimpin bukanlah sesuatu yang dimulai ketika seseorang mendapatkan jabatan. Perjalanan itu dimulai jauh sebelumnya—ketika seseorang memilih untuk mengambil inisiatif, terus belajar, menjaga integritas dan konsisten memberikan dampak.

Di hadapan mahasiswa baru Universitas Sari Mulia, Galuh Tantri menutup pesannya dengan sebuah ajakan yang menempatkan generasi muda sebagai bagian dari masa depan daerah dan bangsa.

“Kalsel dan Indonesia menanti kiprahmu. Bangkitkan pemimpin dalam dirimu, tunjukkan lewat suaramu!” As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img