31.9 C
Banjarbaru
Kamis, Agustus 6, 2026
spot_img

Banjarmasin Rayakan Puncak Hari Anak Nasional, Wali Kota Yamin Ajak Semua Bersatu Membangun Generasi Emas

Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang berlangsung di aula Kayuh Baimbai. Kamis (6/8).

Menurut Wali Kota Yamin, keberhasilan mewujudkan generasi emas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran keluarga, tenaga pendidik, dan masyarakat.

“Saya berpesan kepada Kepala DP3A, dinas terkait, Bunda PAUD, dan juga para orang tua, pada akhirnya kita harus bersama-sama menjaga, mendidik, dan merawat anak-anak kita demi kemajuan Kota Banjarmasin dan masa depan Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, perhatian terhadap tumbuh kembang anak merupakan bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas 2045.“Kalau Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, maka Banjarmasin juga harus menjadi Banjarmasin Emas,” tegasnya.

Yamin juga mengingatkan pentingnya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini, termasuk membiasakan anak menjaga kebersihan dan memahami pengelolaan sampah sebagai bagian dari pembentukan karakter.

“Kita harus terus menanamkan jiwa kepedulian kepada anak-anak, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan memahami cara menangani persoalan sampah. Itu penting untuk masa depan mereka,” katanya lagi.

Dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin turut menyerahkan bantuan tas sekolah kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan. Selain itu, dilakukan pula pencanangan pembangunan Masjid Ramah Anak, penyerahan penghargaan kepada Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA), serta penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) secara simbolis sebagai wujud pemenuhan hak-hak sipil anak.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menyayangi, melindungi, dan membangun masa depan anak melalui pendidikan dan pengasuhan yang berkualitas.

Menurutnya, seluruh pihak perlu mendukung tiga gerakan penting, yakni menyukseskan Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun yang diawali satu tahun pendidikan prasekolah (PAUD), membangun karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta mendampingi anak dalam menggunakan gawai secara bijak.

“PAUD bukan sekadar tempat bermain, tetapi tempat anak belajar mengenal dirinya, berkomunikasi, bekerja sama, dan mengembangkan kemampuan dasar. Ini adalah investasi terbaik bagi masa depan mereka,” ujar Neli.

Ia juga mengingatkan bahwa pembentukan karakter tidak dapat dilepaskan dari keteladanan orang tua dan guru.

“Membangun generasi emas Indonesia bukan hanya tugas pemerintah atau sekolah. Orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat harus bergandengan tangan memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk belajar, bermain, tumbuh, berkembang, dan hidup dalam lingkungan yang penuh kasih sayang,” pungkasnya. STN

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img