26.3 C
Banjarbaru
Minggu, November 1, 2026
spot_img

Kemarau Hentikan Aktivitas Wisata Mekar Banyu Batuah, Pemkab Benahi Siring dan Jembatan

Objek Wisata Pemandian Mekar Banyu Batuah di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, ditutup sementara akibat debit air sungai yang surut total selama musim kemarau.

Di balik penutupan tersebut, pemerintah desa bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Laut memanfaatkan waktu untuk melakukan pembenahan infrastruktur kawasan wisata. Pembangunan siring penahan banjir hingga perbaikan jembatan menuju kawasan Wisata Lembah Bajuin menjadi bagian dari pekerjaan yang tengah berjalan, Rabu (28/10/2026).

Kepala Desa Sungai Bakar, H. Hadran, mengatakan surutnya aliran air dari hulu membuat aktivitas wisata pemandian yang telah beroperasi sejak 2022 itu untuk sementara tidak dapat berjalan.

Meski demikian, kondisi tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat penataan kawasan agar lebih siap menyambut pengunjung ketika debit air kembali normal.

H. Hadran menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Laut atas perhatian dan dukungan terhadap pengembangan wisata desa.

Ia menjelaskan, pembangunan kawasan wisata tersebut berawal dari inisiatif pemerintah desa yang mengurus perizinan dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten.

“Alhamdulillah artinya dibantu oleh pemerintah daerah dengan adanya wisata-wisata kami. Waktu itu kami membikin perizinan, begitu kami membuka wisata langsung ke kabupaten. Alhamdulillah direspon dan dibangunkan ini,” ujar H. Hadran kepada inikalsel.id, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, pemerintah desa juga telah menyerahkan atau menghibahkan lahan fasilitas umum kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar pembangunan siring dapat dilaksanakan sesuai ketentuan.

“Kami kemarin menyerahkan masalah lahan ini ke Dinas PUPR, artinya dihibahkan ke pemerintah daerah. Soalnya kita kada kawa menyiring itu kalau kada dilimpahkan status lahannya,” tuturnya.

Pembangunan siring di kawasan Pemandian Mekar Banyu Batuah dirancang lebih tinggi dibandingkan struktur sebelumnya. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi luapan air dari hulu ketika musim hujan.

Tak hanya siring, kawasan wisata tersebut juga direncanakan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti jogging track, penataan lantai dasar, gazebo, kantin atau warung yang posisinya ditinggikan, serta penerangan jalan umum (PJU).

Penataan tersebut diharapkan membuat kawasan wisata lebih tertata, nyaman, dan tidak mudah terdampak genangan ketika debit air meningkat.

Untuk pengelolaan ekonomi kawasan setelah pembangunan rampung, Pemdes Sungai Bakar akan mengatur keberadaan pedagang, kantin, hingga lahan parkir di bagian depan kawasan wisata melalui sistem retribusi desa.

“Itu diserahkan ke desa jua pang kayak mengatur. Kami tinggal bayar retribusinya. Termasuk nanti lahan parkir, kantin-kantin dibuat lebih tinggi supaya kada larut lagi mun ada banjir,” jelasnya.

Sementara itu, pembenahan infrastruktur juga berlangsung di lokasi berbeda, yakni kawasan RT 10 yang menjadi akses menuju Wisata Lembah Bajuin.

Pemerintah daerah saat ini memprioritaskan perbaikan jembatan yang mengalami kerusakan. Pekerjaan jalan menuju kawasan lembah sepanjang kurang lebih dua kilometer belum dapat dilanjutkan karena harus menunggu penyelesaian pembangunan jembatan.

“Kemajuan tahalang pembangunan jembatan, jadi sementara belum dianu kegiatan jalannya. Pengerjaan jembatan dulu hanyar jalannya, kalau diukur sekitar dua kilo ke lembah RT 10,” kata H. Hadran.

Selama pekerjaan berlangsung, akses kendaraan roda empat menuju kawasan Lembah Bajuin dialihkan sementara melalui jalur alternatif di sekitar kawasan air terjun. Adapun kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas.

H. Hadran berharap seluruh rangkaian pembangunan, mulai dari siring penahan banjir, perbaikan jembatan hingga pemasangan PJU, dapat segera diselesaikan.

Ia juga berharap pembenahan tersebut tidak hanya mempercantik kawasan wisata, tetapi turut membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat Desa Sungai Bakar.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah memperhatikan dan membangun fasilitas di desa kami. Semoga setelah siring, jembatan, dan lampu PJU selesai, kawasan wisata makin rapi dan membawa manfaat bagi warga,” pungkasnya. Dede

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img