33 C
Banjarbaru
Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_img

Ratusan Layang-Layang Mancanegara Hiasi Langit Batakan Baru, Tanah Laut Bidik Pengakuan UNESCO

Pesisir Pantai Batakan Baru, Kabupaten Tanah Laut (Tala), bertransformasi menjadi panggung budaya berskala internasional saat ratusan layang-layang dari berbagai negara menghiasi langit, Sabtu (24/10/2026).

Festival Layang-Layang Tahun 2026 yang resmi dibuka Pemerintah Kabupaten Tanah Laut ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan rekreasi, tetapi juga momentum memperkuat posisi daerah dalam pelestarian budaya layang-layang dunia.

Helatan yang berlangsung selama dua hari hingga Minggu (25/10/2026) tersebut diramaikan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Kemeriahan festival juga semakin terasa dengan penampilan artis nasional Ratna LIDA dan Endah DA2.

Di balik kemeriahan tersebut, festival tahun ini turut dirangkai dengan aksi kemanusiaan melalui penggalangan dana bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.

Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (PELANGI), Sari Madjid, mengapresiasi penyelenggaraan festival di Tanah Laut. Menurutnya, daerah ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat kegiatan budaya layang-layang di Indonesia.

Sari juga mengungkapkan peluang Indonesia memperoleh pengakuan UNESCO atas tradisi layang-layang sebagai warisan budaya tak benda.

“Indonesia diwakili oleh Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Dumai (kepulauan riau). Karena empat kabupaten, provinsi ini yang sudah mendapatkan warisan budaya tak benda untuk layang-layang. Mudah-mudahan tahun depan akan diketok palunya dan Indonesia juga mendapatkan dari UNESCO,” ungkap Sari Madjid, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, potensi Pantai Batakan Baru menjadi salah satu keunggulan Tanah Laut dalam penyelenggaraan festival layang-layang berskala besar.

Bentangan pantai yang panjang dinilai mampu menampung banyak layang-layang, termasuk kategori dandang yang memiliki daya tarik tersendiri di kalangan pelayang.

“Izin Pak Bupati, karena pantainya yang cukup panjang, pantainya yang bisa menampung sekian banyak layang-layang, dan bagaimana layang-layang dandang itu juga sudah mendunia,” puji Sari Madjid.

Ia juga menekankan bahwa festival layang-layang bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang untuk mempererat persatuan dan persaudaraan antarpeserta.

“Memang layang-layang dibuat di bawah, tapi layang-layang akan terbang ke atas. Bagaimana kita berterima kasih kepada yang di atas, tapi kita tetap punya kesatuan di bawah. Jadi biasanya mereka bilang One Sky, One World, One Earth, One Family,” tambahnya.

Peserta Singapura dan Malaysia Terpukau

Kemeriahan Festival Layang-Layang Tanah Laut 2026 turut mendapat sambutan positif dari peserta mancanegara.

Mutiara, perwakilan Asosiasi Layang-Layang Singapura, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan festival yang menghadirkan ratusan layang-layang di langit Pantai Batakan Baru.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tanah Laut atas undangan yang diberikan kepada delegasi Singapura untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas nama Asosiasi Layang-Layang Singapura karena telah mengundang kami ke sini. Kami sangat menghargai undangan ini dan kami sangat senang bisa berada di sini serta melihat banyak layang-layang di sini, seperti sekitar 500 layang-layang,” tutur Mutiara.

Menurutnya, suasana festival terasa istimewa dan memberikan pengalaman yang mengesankan.

“Rasanya sangat ajaib bagi saya, dan semoga tahun depan festival layang-layang di sini di Tanah Laut dapat diadakan lagi dan saya akan datang ke sini lagi,” tambahnya.

Kesan serupa juga disampaikan Muhammad Ilmi, peserta asal Malaysia yang membawa kontingen dari Johor dan Pulau Pinang.

Ia mengaku kagum dengan tingginya jumlah peserta serta antusiasme pelayang yang mengikuti festival di pesisir Batakan Baru.

“Jadi bagi, untuk kali pertama kami tengok alhamdulillah, penyertaan untuk lomba layang-layang ini kali ini amat menggalakkan dan bagi saya satu benda yang paling saya kagum ialah penyertaan. Paling ramai yang saya pernah lihat di sini ya,” puji Muhammad Ilmi.

Muhammad Ilmi menyebut lebih dari 200 layang-layang telah dipamerkan dan akan diterbangkan dalam festival tersebut.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara atas kesempatan yang diberikan kepada kontingen Malaysia untuk berpartisipasi.

“Saya lihat hampir mungkin lebih 200 layangan yang telah dipamerkan dan akan diterbangkan sebentar lagi. Jadi untuk penganjur, kami daripada pasukan Malaysia mengucapkan ribuan terima kasih sekali lagi kerana memberikan kami peluang untuk hadir pada hari ini dan kami berharap kita akan berjumpa lagi pada tahun hadapan,” pungkasnya.

Tanah Laut Tetapkan Festival sebagai Agenda Tahunan

Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menyambut baik antusiasme para peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Ia menyebut keberhasilan festival tahun sebelumnya yang berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menjadi landasan kuat untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan.

“Para peserta lomba layang-layang semua, mungkin ini kali kedua kita melaksanakan perlombaan layang-layang, yang mana tahun lalu kita sudah melaksanakan perlombaan seperti ini dan mendapatkan rekor MURI, bahwa kita di Kabupaten Tanah Laut ini menerbangkan layang-layang dandang terbanyak di dunia,” tegas Rahmat Trianto.

Bupati menegaskan, Pemkab Tanah Laut berkomitmen melanjutkan festival tersebut pada tahun-tahun mendatang.

Ia mengajak para pelayang dari seluruh Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan, untuk mempersiapkan layang-layang terbaik guna memeriahkan penyelenggaraan berikutnya.

“Sehingga kegiatan ini adalah menjadikan suatu kegiatan tahunan. Jadi, pian-pian berataan semua yang dari seluruh Kalimantan terkhususnya di Provinsi Kalimantan Selatan, siapkanlah layang-layang yang terbaik karena tahun depan pun event ini akan tetap kita laksanakan,” tuturnya.

Festival Layang-Layang Dirangkai Aksi Peduli Karhutla

Di tengah kemeriahan festival, Bupati Rahmat Trianto turut mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk menunjukkan kepedulian terhadap warga yang terdampak karhutla.

Ia menyampaikan bahwa sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten Tanah Laut, masih menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.

“Silakan menikmati pariwisatanya, nikmati makanannya. Dan kita pada kesempatan ini sama-sama mendoakan bagi saudara-saudara kita, termasuk di Tanah Laut juga masih ada yang terdampak kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kepedulian, penggalangan dana dilakukan di lokasi festival untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana tersebut.

Aksi sosial ini menjadi pesan bahwa kemeriahan Festival Layang-Layang 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan dan kompetisi, tetapi juga menumbuhkan solidaritas serta semangat gotong royong.

Sebelum meresmikan pembukaan festival secara simbolis, Bupati Rahmat Trianto mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, lomba layang-layang nasional 2026 dengan resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.

Festival Layang-Layang 2026 di Pantai Batakan Baru diharapkan semakin memperkuat posisi Tanah Laut sebagai destinasi wisata unggulan Kalimantan Selatan, sekaligus menjadi ruang pertemuan para pelayang dari berbagai negara untuk mempererat persaudaraan di bawah satu langit. Dede

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img