Pemerataan penerangan jalan umum (PJU) di Kota Banjarmasin masih menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Sejumlah kawasan permukiman, khususnya di wilayah Batu Benawa, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, masih minim penerangan pada malam hari.
Di sejumlah ruas jalan menuju permukiman warga, lampu PJU yang terpasang masih terbatas. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan masyarakat karena penerangan jalan dinilai penting untuk menunjang keamanan dan kenyamanan aktivitas warga.
Keluhan itu disampaikan Johansyah, warga Batu Benawa, saat kegiatan penelaahan dan penyerapan aspirasi masyarakat dalam reses Masa Sidang III Tahun 2026 anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi PAN, Faisal Hariyadi, di Jalan Batu Benawa, Kelurahan Teluk Dalam, Jumat (23/10/2026) malam.
Johansyah mengungkapkan, warga telah berulang kali mengusulkan penambahan PJU melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun dalam kegiatan reses bersama anggota DPRD. Namun, hingga kini, usulan tersebut belum membuahkan hasil yang dirasakan masyarakat.
Bahkan, demi memenuhi kebutuhan penerangan di lingkungan tempat tinggal mereka, warga terpaksa memasang lampu secara swadaya dengan menggunakan dana sendiri.
“Penerangan jalan di wilayah kami masih sangat minim, padahal warga sudah berkali-kali mengusulkan penambahan PJU, baik melalui Musrenbang maupun saat reses anggota dewan. Karena belum ada pemerataan, kami terpaksa memasang lampu seadanya dengan swadaya warga agar jalan tidak terlalu gelap dan masyarakat merasa lebih aman saat beraktivitas pada malam hari,” ujar Johansyah.
Menurutnya, penerangan jalan bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan kebutuhan dasar yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Ia berharap Pemerintah Kota Banjarmasin segera memberikan perhatian agar pemasangan PJU dapat menjangkau seluruh ruas jalan yang membutuhkan.
Menanggapi keluhan tersebut, anggota DPRD Banjarmasin, Faisal Hariyadi mengaku prihatin karena persoalan infrastruktur, termasuk PJU, masih menjadi aspirasi masyarakat yang belum sepenuhnya terealisasi.
Ia menyebutkan, sejumlah usulan terkait perbaikan jalan dan pemasangan PJU telah disampaikan sejak 2024 hingga 2025. Namun, pihaknya mengaku belum menerima penjelasan secara langsung mengenai penyebab belum terealisasinya sejumlah usulan tersebut.
“Dari aspirasi yang disampaikan masyarakat, ada beberapa usulan yang belum tuntas, mulai dari perbaikan jalan hingga penerangan jalan umum. Bahkan, usulan itu sudah disampaikan sejak 2024 dan 2025. Sampai sekarang, kami juga belum menerima penjelasan secara langsung mengapa sejumlah usulan tersebut belum terealisasi,” kata Faisal.
Ia juga menyoroti belum meratanya penerangan jalan di wilayah Banjarmasin Tengah. Menurutnya, kondisi sejumlah ruas jalan yang masih gelap pada malam hari menjadi pertanyaan serius terkait pemerataan pembangunan infrastruktur oleh dinas terkait.
Faisal menegaskan, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui kegiatan reses akan dimasukkan dalam pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD untuk selanjutnya disampaikan kepada pemerintah daerah.
“Kami akan memasukkan aspirasi masyarakat ini ke dalam pokok-pokok pikiran DPRD dan menyampaikannya kepada pemerintah. Kami ingin mengetahui apakah persoalannya memang karena keterbatasan anggaran PJU atau ada kendala lain. Menurut kami, anggaran tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat, apalagi ini menyangkut infrastruktur yang berkaitan langsung dengan keamanan dan kenyamanan warga,” tegasnya.
Faisal juga membandingkan persoalan minimnya PJU dengan pelaksanaan sejumlah proyek besar Pemerintah Kota Banjarmasin, termasuk pembangunan rumah dinas wali kota yang telah rampung dan kini ditempati Wakil Wali Kota Banjarmasin.
Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian yang seimbang antara pembangunan proyek berskala besar dan pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Anggaran untuk proyek-proyek besar nilainya tentu sangat besar, dan pengerjaannya bisa diselesaikan. Sementara itu, PJU yang anggarannya relatif lebih kecil justru belum mampu memenuhi kebutuhan penerangan di sejumlah kawasan permukiman. Padahal, penerangan jalan sangat penting untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat. Ini yang perlu menjadi perhatian agar pembangunan benar-benar dirasakan secara merata oleh warga,” pungkas Faisal.
Ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat mengevaluasi pemerataan pemasangan PJU, sekaligus menindaklanjuti usulan masyarakat yang telah disampaikan berulang kali. PW![]()








