33.1 C
Banjarbaru
Kamis, Oktober 15, 2026
spot_img

Sampah Menumpuk dan Kumuh di Area Pasar Sentra Antasari, Sekda Banjarmasin Soroti Kinerja Perumda Pasar 

Tumpukan sampah dan kondisi kumuh yang masih ditemukan di Pasar Tradisional Sentra Antasari menjadi sorotan Pemerintah Kota Banjarmasin. Meski penataan fisik mulai membaik, kebersihan dan ketertiban pasar terbesar di Banjarmasin itu masih membutuhkan pengelolaan yang lebih intensif dan konsisten dari Perumda Pasar Banjarmasin.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, saat melakukan monitoring ketersediaan bahan pokok, Kamis (15/10/2026) pagi.

Ia menegaskan, Perumda Pasar harus lebih aktif melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pedagang agar kebersihan serta tata kelola pasar dapat terjaga secara berkelanjutan.

“Mungkin kami menekankan kepada Perumda Pasar untuk bisa mengedukasi lebih lanjut, melakukan pembinaan terhadap para pedagang agar mereka bisa lebih peduli terhadap kebersihan, tata kelola pasar, dan manajemennya. Sehingga kita sebagai masyarakat Kota Banjarmasin bisa membanggakan pasar terbesar yang dimiliki ini,” ujar Ichrom.

Menurutnya, aturan yang diterapkan pengelola bukan untuk membatasi usaha atau mengurangi rezeki pedagang, melainkan menciptakan lingkungan pasar yang tertib dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

Karena itu, persoalan kebersihan tidak cukup ditangani melalui imbauan. Pengawasan rutin, pengangkutan sampah yang teratur, serta penegakan aturan diperlukan agar kondisi kumuh tidak terus berulang.

Direktur Perumda Pasar Banjarmasin, Abdan Syakura, mengatakan kebersihan, khususnya di Blok Sayur, menjadi salah satu fokus penanganan. Pihaknya telah mengedukasi pedagang untuk memilah sampah organik dan nonorganik.

“Persoalan kebersihan menjadi konsen paling penting sebagaimana arahan Pak Sekda. Kami telah melakukan edukasi kepada para pedagang untuk melakukan pemilahan sampah organik dan non-organik agar kebersihan dan keindahan area pasar tetap terjaga,” ungkap Abdan.

Selain sampah, Perumda Pasar juga menyiapkan relokasi sekitar 250 pedagang kaki lima (PKL) dari area bawah ke lantai atas, tepatnya di kawasan bekas terminal atau eksterminal.
Langkah ini bertujuan mengembalikan fungsi area bawah sebagai akses keluar-masuk kendaraan roda dua dan roda empat, sekaligus mengurangi gangguan terhadap aktivitas pasar, terutama pada waktu subuh.

Abdan menyebut pembersihan lahan eks terminal telah mencapai 100 persen. Saat ini, perbaikan bangunan, pembenahan atap bocor, dan penyediaan fasilitas toilet atau MCK masih dilakukan. Relokasi ditargetkan mulai terealisasi pada awal 2027 setelah perbaikan dan sosialisasi kepada pedagang selesai.

Pembenahan Pasar Sentra Antasari tidak cukup hanya melalui perbaikan bangunan dan pemindahan pedagang. Pengelolaan sampah, pengawasan kebersihan, serta penertiban aktivitas perdagangan harus dilakukan secara konsisten.

Perumda Pasar Banjarmasin dituntut memastikan program penataan berjalan efektif, bukan sekadar menjadi rencana atau imbauan. Tanpa pengawasan dan pengelolaan harian yang intensif, persoalan sampah dan kekumuhan berpotensi terus membayangi pasar tersebut.

Sebagai pusat perdagangan tradisional terbesar di Banjarmasin, Sentra Antasari membutuhkan tata kelola yang mampu menjamin kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan secara berkelanjutan. Keberhasilan penataan pada akhirnya harus terlihat dari kondisi pasar yang benar-benar bersih dan tertata, bukan hanya dari rampungnya pembangunan fisik. PW

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img