Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) terus mendorong percepatan penurunan angka stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) 2026. Dari total 1.582 sasaran yang tercatat, sebanyak 203 sasaran masih belum mendapatkan bantuan.
Upaya percepatan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) GENTING 2026 yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) di Aula Kantor Kecamatan Pelaihari, Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tala, Masturi, S.STP., yang mewakili Bupati Tanah Laut. Sejumlah perwakilan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan pihak terkait turut mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Masturi menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan kecerdasan, kesehatan, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga menyangkut perkembangan kecerdasan, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, pencegahannya membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh pihak,” ujarnya.
Ia menekankan, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan instansi vertikal, lembaga sosial, dunia usaha, hingga masyarakat diperlukan agar upaya pencegahan dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan.
Masturi juga meminta kepala SKPD dan camat memperkuat validitas data serta memastikan program intervensi berjalan tepat sasaran.
1.379 Sasaran Sudah Terbantu
Berdasarkan data program GENTING Kabupaten Tanah Laut tahun 2026, terdapat 1.582 sasaran yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.379 sasaran atau sekitar 87,2 persen telah menerima bantuan. Sementara itu, 203 sasaran lainnya masih perlu mendapatkan perhatian dan menjadi fokus percepatan program.
Pemerintah daerah mendorong kolaborasi lintas sektor serta optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk dari sektor perbankan dan swasta, untuk membantu memenuhi kebutuhan sasaran yang belum terjangkau.
Melalui FGD ini, Pemkab Tala berharap tercipta kesamaan persepsi, pemetaan kebutuhan yang lebih akurat, serta pembagian peran yang jelas dan transparan di antara pihak-pihak yang terlibat.
Masturi mengajak seluruh elemen untuk menjadikan GENTING sebagai gerakan kepedulian bersama demi mewujudkan generasi Tanah Laut yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Mari kita jadikan GENTING sebagai gerakan kepedulian bersama demi melahirkan generasi Tala yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Dengan semangat bagawi sebarataan, saya yakin upaya ini dapat kita laksanakan dengan lebih optimal,” pungkasnya. Dede![]()








