26 C
Banjarbaru
Rabu, September 30, 2026
spot_img

Spider-Man Pertanian Terjun ke Lokasi Karhutla Gambut, Habitat Bekantan Ikut Diselamatkan

Kepulan asap dan kobaran api kembali menguji kesigapan tim gabungan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Selasa (29/9/2026).

Di tengah upaya pemadaman, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ir H Syamsir Rahman, M.S, turut terjun langsung ke lokasi bersama tim gabungan. Penampilannya yang mengenakan atribut “Spider-Man Pertanian” menjadi perhatian sekaligus membawa pesan tersendiri dalam upaya mengajak masyarakat bersama-sama mencegah karhutla.

Syamsir mengatakan, kondisi kebakaran di kawasan tersebut cukup kuat sehingga membutuhkan penanganan secara bersama-sama. Tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali membesar dan meluas.

“Hari ini kebakarannya cukup kuat. Dari BKSDA, kemudian dari tim gabungan, kita bergerak bersama di sini. Di dalam kawasan ini ada bekantan yang perlu kita selamatkan,” ujar Syamsir saat berada di lokasi karhutla.

Menurutnya, keberadaan satwa liar menjadi salah satu perhatian dalam penanganan kebakaran di kawasan tersebut. Upaya pemadaman tidak hanya ditujukan untuk menghentikan kobaran api, tetapi juga mempertahankan habitat satwa agar tetap dapat bertahan.

Syamsir menyebutkan, sebelumnya terdapat enam ekor bekantan yang berada di kawasan tersebut. Karena itu, suplai air dan upaya pemadaman terus dilakukan agar habitat bekantan tidak semakin terancam.

“Di dalam ini ada makhluk hidup, bekantan. Kemarin ada enam. Kita coba pertahankan habitat hidupnya. Semua kita keroyokan hari ini. Yang penting asap tidak naik dan angin tidak menghembus ke bandara. Kita berjuang,” tegasnya.

Penanganan karhutla tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta unsur terkait lainnya.

Tim gabungan bergerak melakukan pemadaman, pendinginan, sekaligus memastikan titik-titik api yang telah ditangani tidak kembali menyala. Upaya tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan asap ke arah Bandara Internasional Syamsudin Noor.

“Ini gabungan. Hari ini BPBD Provinsi, kemudian ada Dinas Kehutanan, kemudian Dinas Pertanian. Kita masuk ke sini dan bisa melihat lokasinya di belakang Tugu KM 17, arah ke Sambang Lihum,” jelas Syamsir.

Ia menambahkan, kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran di kawasan gambut. Hingga saat itu, suplai air telah dilakukan berulang kali untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.

“Sudah kelima suplai air,” katanya.

Di sela-sela penanganan karhutla, kehadiran “Spider-Man Pertanian” juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat. Dengan simbol pahlawan super tersebut, Syamsir ingin menyampaikan pesan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

“Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari bersama menjaga lahan, melindungi lingkungan, dan mencegah karhutla di Banua,” ajaknya.

Ia menegaskan, penanganan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Selain memadamkan api yang sudah muncul, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah munculnya titik api baru.

“Terus bekerja bersama menjaga Kalimantan Selatan,” tutupnya. As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img