26 C
Banjarbaru
Kamis, September 10, 2026
spot_img

Pemuda di Desa Linuh Ditemukan Meninggal di Pinggir Sungai, Polisi Dalami Dugaan Masalah Pribadi

Seorang pemuda, MJ (21), warga Desa Linuh, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, ditemukan meninggal dunia di kawasan pinggir sungai tidak jauh dari rumahnya, Rabu (9/9/2026).

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 10.50 Wita. Saat itu, seorang warga yang sedang membersihkan rumput di seberang sungai melihat korban dalam kondisi tergantung di sebuah pohon. Warga kemudian meminta pertolongan kepada tetangga dan memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga korban.

Berdasarkan laporan kepolisian, lokasi kejadian berada sekitar 20 meter dari rumah korban. Setelah menerima informasi, warga bersama keluarga mendatangi lokasi dan korban kemudian diturunkan atas permintaan pihak keluarga sebelum petugas kepolisian tiba.

“Pada awalnya warga yang sedang membersihkan rumput di seberang sungai melihat korban sudah tergantung di pohon. Selanjutnya saksi mengabarkan kejadian tersebut kepada warga dan meminta pertolongan kepada tetangga sekitar,” demikian keterangan dalam laporan kepolisian terkait kejadian tersebut.

Petugas dari Polsek Bungur bersama Unit Identifikasi Polres Tapin kemudian mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Pemeriksaan awal terhadap kondisi korban juga dilakukan bersama keluarga dan petugas kesehatan desa.

“Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban,” tulis laporan tersebut mengenai hasil pemeriksaan awal.

Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap telepon seluler milik korban untuk mengetahui kemungkinan latar belakang kejadian. Dari pemeriksaan awal, ditemukan percakapan WhatsApp terakhir yang diduga terjadi antara korban dan seseorang yang disebut sebagai kekasihnya.

Dalam percakapan tersebut, korban diduga menyampaikan pesan perpisahan serta meminta orang tersebut memberitahukan kepada orang tuanya apabila dirinya dicari. Polisi masih berupaya menghubungi orang yang disebut dalam percakapan tersebut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai persoalan yang kemungkinan dialami korban.

“Untuk motif bunuh diri korban diduga punya permasalahan pribadi,” demikian keterangan dalam laporan polisi, sembari menyebutkan bahwa petugas masih melakukan pendalaman terhadap isi percakapan dan keterangan pihak-pihak terkait.

Kepolisian juga telah mengamankan dan mendokumentasikan sejumlah barang yang berkaitan dengan kejadian, termasuk tali yang ditemukan di lokasi serta barang lain yang diduga milik korban. Seluruh temuan tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan untuk memastikan rangkaian kejadian.

Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban. Keluarga juga menolak dilakukan visum maupun autopsi dan telah membuat surat penolakan kepada pihak kepolisian.

“Pihak keluarga korban mengikhlaskan kepergian korban dan menolak untuk dilakukan visum atau otopsi serta meminta agar korban segera dikebumikan,” demikian keterangan yang tercantum dalam laporan kepolisian.

Atas kejadian tersebut, petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan fisik terhadap korban, pemeriksaan terhadap saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan keluarga terkait pemeriksaan medis. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pimpinan untuk penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.

Laporan gangguan tersebut tercatat dengan nomor LP/A/2/IX/2026/SPKT.POLSEK BUNGUR/POLRES TAPIN/POLDA KALSEL, tertanggal 9 September 2026. Polisi masih mendalami keterangan saksi dan informasi dari telepon seluler korban guna memastikan latar belakang serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban ditemukan meninggal dunia. As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img