34 C
Banjarbaru
Minggu, September 6, 2026
spot_img

Lokakarya Membacakan Nyaring Sukses Digelar Rumah Literasi Cendekia Tawia

Ruang Rumah Pintar HSS Sehati penuh tawa dan suara pada Sabtu, 5 September 2026. Sebanyak 40 pegiat literasi dan guru dari berbagai komunitas dan sekolah se-Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengikuti _Lokakarya Membacakan Nyaring_ yang digelar Rumah Literasi Cendekia Tawia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan: Fasilitasi Komunitas Literasi Tahun 2026.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSS. Turut hadir memberikan dukungan, perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten HSS, Ibu Ketua Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Ibu Ketua TP PKK Desa Tawia.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan bahwa lokakarya ini bertujuan meningkatkan kapasitas pegiat literasi agar mampu menjadi fasilitator yang kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak.

Apresiasi disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Beliau menyambut baik kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi di sekolah maupun di masyarakat.

Lokakarya menghadirkan dua narasumber.

Sesi pertama diisi Musdalipah, S.S., M.Pd dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan dengan materi _“Membaca Sebelum Tidur, Rahasia Anak Cerdas Berempati”_. Beliau menegaskan bahwa kebiasaan membacakan nyaring sejak usia dini mampu menumbuhkan kecintaan anak pada buku sekaligus menguatkan fondasi berbahasa dan berpikir.

Sesi kedua bersama Zahra Luthfiyani, S.E dari Komunitas Read Aloud Kalimantan Selatan. Peserta diajak praktik langsung teknik _Read Aloud & Bookish Play_. Suasana semakin hidup ketika narasumber mendemonstrasikan permainan berbasis buku menggunakan jeruk dan balon. Percikan minyak atsiri dari kulit jeruk yang membuat balon pecah sontak memicu gelak tawa, sekaligus menjadi contoh bagaimana sains sederhana bisa dikaitkan dengan cerita.

Sepanjang kegiatan, antusiasme peserta terlihat jelas. Sesi diskusi dan praktik berjalan interaktif. Di akhir lokakarya, peserta berkomitmen untuk menerapkan ilmu yang didapat di sekolah, taman baca, dan komunitas masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Rumah Literasi Cendekia Tawia berharap gerakan membacakan nyaring dapat meluas. Tujuannya satu: menjangkau lebih banyak anak dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan membahagiakan. BZak

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img