36 C
Banjarbaru
Jumat, September 11, 2026
spot_img

Digitalisasi Bantu 3R Home Industry Perluas Pasar Olahan Ikan Tanah Bumbu

Bunyi notifikasi pembayaran dari telepon genggam kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di 3R Home Industry, Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). Transaksi produk olahan ikan tidak lagi selalu bergantung pada uang tunai. Cukup dengan memindai QRIS, pembayaran dari konsumen dapat langsung diterima dan tercatat secara digital.

Bagi Riza, Owner 3R Home Industry, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha. Terlebih, sebagian konsumennya merupakan wisatawan dari luar daerah yang sudah terbiasa menggunakan pembayaran digital.

“Penggunaan QRIS ini luar biasa, bermanfaat banget. Karena Tanah Bumbu menjadi salah satu tujuan atau destinasi wisata, otomatis wisatawan dari luar banyak yang menggunakan QRIS. Alhamdulillah, dengan QRIS ini sangat terbantu,” ujar Riza saat ditemui di Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (1/9/2026).

Kemudahan itu dirasakan langsung dalam proses transaksi. Konsumen tidak perlu mencari uang tunai atau menunggu proses pengembalian uang. Bagi pelaku usaha, pembayaran pun dapat diterima secara langsung melalui sistem digital.

“Jadi tidak perlu ada drama uang kembalian, langsung bunyi masuk,” katanya.

Menurut Riza, kebiasaan masyarakat perkotaan dan wisatawan yang semakin akrab dengan transaksi digital menjadi peluang yang harus dimanfaatkan pelaku UMKM. QRIS membuat transaksi menjadi lebih praktis, sekaligus memberikan pengalaman berbelanja yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini.

Digitalisasi juga diterapkan dalam strategi pemasaran. Selain mengandalkan toko secara langsung, 3R Home Industry memanfaatkan media sosial dan WhatsApp Business untuk berkomunikasi dengan konsumen. Kanal tersebut terutama digunakan untuk mempertahankan hubungan dengan pelanggan yang sudah terbentuk dan memudahkan pemesanan produk.

Penerapan teknologi digital berjalan beriringan dengan upaya Riza mengembangkan potensi hasil perikanan lokal. Ide usaha itu berawal dari kondisi Tanah Bumbu sebagai daerah pesisir, dengan hasil tangkapan ikan yang melimpah namun sebagian masih dijual dalam bentuk gelondongan dengan nilai ekonomi relatif rendah.

Melihat peluang tersebut, ikan kemudian diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Bahan baku diperoleh langsung dari nelayan sekitar dan sebagian dari daerah lain di Kalimantan Selatan ketika pasokan dari Tanah Bumbu belum mencukupi.

Produk yang semula hanya berupa pentol ikan kini berkembang menjadi beragam olahan, seperti kerupuk basah, pentol udang, tahu, dimsum ikan, serta amplang yang masih terus dikembangkan.

Menariknya, semangat kolaborasi juga dibawa ke dalam ekosistem penjualan. Toko 3R Home Industry di depan Masjid Tapung tidak hanya menjual produk sendiri, tetapi juga menampung berbagai produk UMKM Tanah Bumbu. Dengan demikian, ruang usaha tersebut sekaligus menjadi etalase produk lokal bagi masyarakat dan wisatawan.

“Teman-teman pengolahan yang serupa itu bukan kompetitor, tapi kolaborator,” tutur Riza.

Bagi Riza, digitalisasi dan kolaborasi menjadi dua hal yang saling menguatkan. Produk lokal tidak hanya diproduksi dan dijual di lingkungan sekitar, tetapi memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas melalui kanal komunikasi digital dan kemudahan pembayaran.

Di sisi produksi, usaha tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Lima pekerja utama dilibatkan dalam kegiatan produksi, sementara ketika pesanan meningkat, tenaga kerja tambahan dapat dipanggil sehingga jumlah pekerja dapat mencapai tujuh hingga delapan orang.

Pada saat yang sama, pengolahan ikan memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan nelayan. Daging ikan dimanfaatkan sebagai bahan utama produk olahan, sedangkan bagian seperti tulang dan kepala yang sebelumnya menjadi limbah dikeringkan untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan pakan ikan.

Dengan omzet yang mampu mendukung pembayaran upah para pekerja, Riza melihat usaha tersebut mulai membentuk mata rantai ekonomi dari nelayan, pekerja, pelaku UMKM, hingga konsumen.

Ke depan, ia berharap 3R Home Industry dapat berkembang menjadi sentra pengolahan ikan sekaligus pusat oleh-oleh di Tanah Bumbu. Harapan itu tidak hanya untuk membesarkan usaha, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi produk UMKM lokal untuk dikenal wisatawan.

Dari ikan hasil tangkapan nelayan hingga transaksi yang cukup dilakukan melalui pemindaian QRIS, perjalanan 3R Home Industry memperlihatkan bagaimana potensi ekonomi pesisir dapat berjalan beriringan dengan transformasi digital. Di Pagatan, ikan diolah menjadi nilai tambah, sementara teknologi membantu produk lokal bergerak lebih cepat menuju pasar yang lebih luas.

Apresiasi Pemkab Tanbu

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Perikanan memberikan apresiasi kepada UMKM binaan yang mengembangkan produk berbahan hasil perikanan, khususnya pengolahan bakso atau pentol ikan. Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu, Rahmiwati Zulfah, menilai usaha tersebut memiliki peluang pasar yang cukup besar, meski saat ini sebagian masih menyasar pasar lokal.

Rahmiwati mengatakan, untuk memperluas pemasaran, pelaku UMKM perlu melengkapi legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, sertifikat halal dan perizinan BPOM sesuai ketentuan. Kelengkapan tersebut menjadi salah satu faktor penting agar produk mampu masuk ke pasar yang lebih luas dan bersaing dengan produk lainnya.

Selain legalitas, ia mendorong pelaku UMKM meningkatkan cita rasa, kreativitas dan diversifikasi produk. Potensi bahan baku lokal seperti ikan bandeng dan udang, menurutnya, dapat diolah menjadi beragam produk seperti pentol ikan bandeng, pentol udang hingga nugget, sehingga tidak hanya bergantung pada satu jenis produk.

“Kami juga mendorong peningkatan kualitas produk dan kemasan. Kemasan harus lebih inovatif dan informatif, misalnya dilengkapi label dan barcode sehingga konsumen dapat mengetahui informasi produk, pemilik usaha, perizinan serta bahan yang digunakan,” ujar Rahmiwati.

Rahmiwati juga menekankan pentingnya digitalisasi pemasaran melalui media sosial. Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu berencana memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM agar memiliki kemampuan mempromosikan dan memasarkan produk secara digital, sehingga jangkauan konsumen tidak hanya terbatas pada pasar lokal.

Di sisi transaksi, pelaku UMKM juga didorong menerapkan pembayaran digital melalui QRIS karena dinilai memudahkan pelaku usaha dan konsumen. “Transaksi digital sekarang lebih memudahkan. Kami juga mendorong setiap pelaku usaha untuk membuat QRIS,” katanya.

Penerapan tersebut juga telah didorong saat UMKM binaan mengikuti kegiatan ekspo, sebagai bagian dari upaya membiasakan pelaku usaha menggunakan sistem transaksi digital. As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img