Kalimantan Selatan mencatat capaian sekitar 15 ribu hektare dalam program cetak sawah sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ir H Syamsir Rahman, M.S, mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu kinerja yang mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan penugasan ketahanan pangan nasional.
“Untuk penugasan ketahanan pangan kita, terutama cetak sawah, hari ini kita yang terbaik berdasarkan hasil BPK, dengan capaian kita mencapai 15 ribu hektare,” kata Syamsir di halaman TVRI Kalsel, Banjarmasin, Rabu (2/9/2026).
Ia menjelaskan, tambahan luas lahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan Kalimantan Selatan setelah seluruh lahan ditanami dan menghasilkan panen.
“Berarti ada nanti ketika lahan itu sudah ditanami, kemudian ada yang sudah panen, kita kali rata-rata lima saja, berarti 15 kali lima,” ujarnya.
Dengan asumsi produktivitas lima ton per hektare, tambahan produksi dari 15 ribu hektare tersebut secara matematis sekitar 75 ribu ton.
Syamsir mengatakan peningkatan produksi juga terus didorong melalui optimalisasi pola tanam. Petani yang sebelumnya hanya melakukan satu kali tanam diarahkan untuk meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun sesuai kondisi lahannya.
“Karena produknya tiga bulan, tiga bulan, tiga bulan,” katanya.
Menurut Syamsir, luas lahan pertanian Kalimantan Selatan relatif lebih kecil dibandingkan sejumlah provinsi lain, namun hal tersebut tidak menghalangi daerah untuk meningkatkan produksi melalui optimalisasi lahan dan pola tanam.
“Lahannya, luas lahan Kalimantan Selatan paling kecil daripada provinsi lain. Tetapi kita bisa melakukan lonjakan produksi,” ujarnya.
Ia menegaskan, petani memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional. Karena itu, pemerintah memberikan apresiasi terhadap petani yang terus berproduksi memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Petani kita yang sebagai pejuang pangan sesungguhnya. Saya terima kasih kepada petani Kalimantan Selatan yang sudah memberikan kontribusi terbaik,” tutur Syamsir.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya Kota Banjarmasin, untuk memperkuat kerja sama pemenuhan kebutuhan beras dengan daerah sentra produksi di Kalimantan Selatan seperti Barito Kuala, Tanah Laut dan Kabupaten Banjar.
“Banjarmasin jangan mengambil beras dari luar, karena kita sudah cukup untuk ada di Kalimantan Selatan,” tegasnya. As![]()








