Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan ketersediaan pangan, khususnya beras, dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ir H Syamsir Rahman, M.S, mengatakan pemerintah daerah terus menjaga ketersediaan stok pangan sebagaimana arahan Gubernur Kalimantan Selatan.
“Saya selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan diminta oleh Pak Gubernur, Pak Muhyiddin untuk menjaga stok pangan kita. Dan kita sudah melakukan hal tersebut,” kata Syamsir di halaman TVRI Kalsel, Banjarmasin, Rabu (2/9/2026).
Ia menyebutkan, stok beras Kalimantan Selatan saat ini mencapai sekitar 1,2 juta ton, sementara kebutuhan beras untuk memenuhi konsumsi sekitar 4,3 juta penduduk diperkirakan sekitar 600 ribu ton.
“Stok pangan kita terutama bahan pokok yaitu beras kita mencapai angka 1,2 juta ton. Kebutuhan kita untuk memberi makan 4,3 juta hanya 600 ribu ton, jadi masih ada stok,” ujarnya.
Syamsir juga memastikan ketersediaan beras yang berada di Bulog masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
“Kemudian di Bulog pun empat bulan ke depan masih aman, itu di Bulog. Tapi kalau di masyarakat enam bulan ke depan sampai dengan tahun 2027 aman,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Kalimantan Selatan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras, meskipun saat ini terdapat tantangan berupa musim kemarau panjang yang berdampak terhadap waktu produksi sejumlah tanaman.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus melakukan langkah-langkah untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Syamsir juga mengajak masyarakat memanfaatkan Gerakan Pangan Murah sebagai salah satu upaya memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pengendalian harga pangan di daerah. As![]()








