30 C
Banjarbaru
Sabtu, Agustus 29, 2026
spot_img

Dari Trauma Kegagalan hingga Jadi Duta GenRe, Siti Noordiana Bawa Program PEDULI ke Aduprov Kalsel 2026

Pengalaman pahit di masa lalu tak membuat Siti Noordiana Ramadhani berhenti melangkah. Remaja 19 tahun asal Kabupaten Tanah Laut itu justru menjadikan pengalaman tersebut sebagai modal untuk membantu remaja lain agar berani berkembang dan merancang masa depan.

Siti Noordiana Ramadhani, yang akrab disapa Diana, merupakan mahasiswi PGSD Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sekaligus Juara 1 Duta GenRe Kabupaten Tanah Laut 2025.

Di balik kiprahnya sebagai edukator remaja, Diana pernah dikenal sebagai sosok pendiam dan takut berbicara di depan umum. Ia juga pernah mengalami bullying serta trauma setelah beberapa kali mengalami kegagalan dalam perlombaan.

Titik balik perjalanan Diana terjadi saat pandemi Covid-19. Saat itu, ia mengenal Generasi Berencana (GenRe) melalui PIK-R di sekolah.

Dari lingkungan tersebut, Diana mulai menemukan ruang untuk belajar, berani mencoba kembali, sekaligus memahami pentingnya merencanakan kehidupan sejak usia remaja.

Pengalaman itulah yang kemudian mendorongnya menghadirkan sebuah program bernama PEDULI (Pelopor Edukasi Diri menuju Lingkungan Inspiratif).

Program tersebut menjadi wadah bagi Diana untuk mengajak remaja tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga berani mengambil keputusan dan merancang masa depan secara sadar.

PEDULI dijalankan melalui dua pilar utama, yakni RELAS (Remaja Lewat Aksi Suara) dan ASERA (Aksi Sosial Remaja).

Melalui RELAS, Diana memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan konten edukasi GenRe. Ia juga menggelar Live Instagram bersama Duta GenRe lainnya sebagai ruang berbagi dan berdiskusi mengenai berbagai isu remaja.

Sementara melalui ASERA, Diana turun langsung ke sekolah-sekolah mulai jenjang SMP hingga SMA.

Materi yang diberikan mencakup Triad KRR, yakni seksualitas, NAPZA, dan HIV/AIDS, Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), Keluarga Berencana, hingga pembinaan anggota PIK-R agar kembali menjalankan fungsi konseling sebaya.

Edukasi juga menyasar anak usia sekolah dasar, salah satunya melalui pengenalan mengenai boundaries atau batasan diri.

Salah satu momen penting dalam perjalanan PEDULI terjadi ketika Diana terlibat sebagai pemateri dalam program kolaborasi Quickwin Kemendukbangga bersama Perwakilan GenRe Kalimantan Selatan.

Kegiatan tersebut digelar di MTsN 2 Tanah Laut pada Desember 2025 dengan menggunakan modul edukasi [Tentang Kita] Berani.

Tak hanya berbicara mengenai edukasi, ASERA juga diwujudkan dalam kegiatan sosial. Diana dan rekan-rekannya terlibat dalam kerja bakti sebagai upaya membangun kedekatan serta kepercayaan dengan masyarakat.

Menurut Diana, pendekatan tersebut penting agar pesan-pesan edukasi remaja dapat diterima dengan lebih baik.

Sejak Oktober 2025 hingga kini, program PEDULI terus berjalan di wilayah Kabupaten Tanah Laut dengan melibatkan kolaborasi lintas mitra, termasuk Kemendukbangga dan Perwakilan GenRe Kalimantan Selatan.

“Bagi saya, PEDULI bukan hanya sebuah program, tetapi bentuk nyata kepedulian remaja untuk memastikan generasi muda tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berani merancang hidupnya secara sadar dan terencana,” ujar Diana kepada inikalsel.id, Jum’at (28/8/2026).

Ke depan, Diana berencana mengembangkan pelatihan pembuatan media edukasi kreatif bagi anggota PIK-R.

Poster digital, infografis, video pendek hingga games edukasi akan dikembangkan agar anggota PIK-R mampu menjadi peer educator yang mandiri dan berkelanjutan.

Ia meyakini perubahan tidak harus selalu dimulai dari langkah besar.

“Sejauh apa pun kita melangkah, kunci dari semua adalah dari diri kita sendiri. Keberanian untuk berubah harus dimulai dari dalam sebelum bisa menggerakkan orang lain,” katanya.

Kini, pengalaman Diana di tingkat kabupaten dibawa ke ajang Apresiasi Duta GenRe Provinsi (Aduprov) Kalimantan Selatan 2026.

Melalui ajang tersebut, ia berharap PEDULI dapat berkembang lebih luas, menjangkau sekolah-sekolah di tingkat provinsi, sekaligus merangkul remaja yang tidak melanjutkan pendidikan formal agar tetap memperoleh akses informasi GenRe.

Bagi Diana, kebermaknaan sebuah gerakan tidak selalu diukur dari seberapa besar hasil yang terlihat.

“Sekecil apa pun pengalaman yang kita bawa, sekecil apa pun perubahan dan keberdampakannya tetaplah bermakna.” Dede

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img