29.4 C
Banjarbaru
Sabtu, Agustus 15, 2026
spot_img

Bukan Sekadar Kibarkan Bendera, Ini Pesan Bupati Rahmat untuk Capaska Tala 2026

Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto mengunjungi Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Tanah Laut 2026 di Aula Merah Putih, Gedung Eks BKPSDM, Jumat (14/8/2026).

Kunjungan tersebut dimanfaatkan Rahmat untuk memberikan pembekalan sekaligus motivasi kepada para Capaska yang tengah mematangkan persiapan menjelang upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bakesbangpol Tanah Laut Bambang Kusudarisman beserta jajaran staf, para pelatih, serta pamong Pusdiklat Capaska Tanah Laut 2026.

Di hadapan para peserta, Rahmat turut bernostalgia dengan menceritakan pengalamannya saat pernah menjadi bagian dari Paskibraka Nasional pada masa Presiden Soeharto.

Menurutnya, pengalaman menjadi Paskibraka tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga memberikan pelajaran berharga yang terus terbawa dalam perjalanan hidup.

“Menjadi Paskibraka itu sebuah kebanggaan. Apa yang kalian jalani hari ini suatu saat pasti akan bermanfaat,” ujar Rahmat.

Ia menegaskan, Paskibraka bukan sekadar bertugas dalam seremoni pengibaran bendera. Lebih dari itu, proses pendidikan dan pelatihan menjadi sarana membentuk karakter, kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab serta kecintaan terhadap bangsa.

Rahmat juga menceritakan perjalanan hidupnya yang hampir separuh dijalani di dunia militer. Ketertarikannya menjadi prajurit, ungkapnya, salah satunya tumbuh dari kegemarannya menyaksikan cerita-cerita kepahlawanan sejak masih muda.

“Dulu tidak seperti sekarang yang banyak media sosial. Kita hanya punya TVRI. Film-film kepahlawanan yang ditayangkan menjadi sesuatu yang tertanam di pikiran,” tuturnya.

Semangat perjuangan dan kecintaan terhadap bangsa tersebut, lanjut Rahmat, turut membentuk prinsip hidupnya untuk selalu siap menjalankan tugas.

Ia kemudian memilih pensiun dini dari dunia militer pada usia 43 tahun dan melanjutkan pengabdian melalui jalur politik hingga dipercaya menjadi Bupati Tanah Laut.

“Kenapa hal seperti itu terjadi? Itu namanya panggilan tugas dan panggilan jiwa. Tidak semua orang bisa menerima seperti itu,” katanya.

Kepada para Capaska yang berada pada fase remaja menuju pemuda, Rahmat berpesan agar masa tersebut dimanfaatkan untuk membangun diri. Ia mendorong mereka memiliki semangat tinggi, berani mengambil risiko secara bertanggung jawab, berpikir kritis, memegang idealisme, mampu beradaptasi dan belajar mandiri.

Rahmat juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang positif karena lingkungan sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan pembentukan karakter.

“Kalau lingkungan kalian bagus, latihan bagus, insya Allah kalian akan masuk ke masa mapan dengan lebih bagus. Mulai dari pendidikan, lingkungan, tata cara bicara, public speaking, pergaulan dan kepercayaan diri,” jelasnya.

Tak hanya itu, para Capaska juga didorong aktif berorganisasi sejak usia muda. Menurut Rahmat, pengalaman berorganisasi dapat menjadi bekal dalam membangun kemampuan kepemimpinan, komunikasi dan adaptasi.

Rahmat menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Ia mengingatkan bahwa berbagai momentum penting dalam sejarah Indonesia tidak lepas dari peran pemuda.

Karena itu, ia berharap pendidikan dan pelatihan yang dijalani Capaska Tanah Laut 2026 tidak berhenti setelah tugas pengibaran bendera selesai.

“Ilmu itu tidak pernah ada habisnya sampai kapan pun. Selagi masih bisa bernapas, saya tidak pernah berhenti belajar. Apa yang kalian dapatkan di sini, mudah-mudahan suatu hari nanti bermanfaat,” pungkasnya. Dede

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img