Pemerintah Kabupaten Tanah Laut mendorong aparatur sipil negara (ASN) terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas melalui pendidikan lanjutan.
Hal itu disampaikan saat Pemkab Tanah Laut menerima kunjungan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (UNISKA MAB) dalam rangka silaturahmi sekaligus memperkenalkan program Pascasarjana, Senin (10/8/2026).
Rombongan UNISKA MAB dipimpin Direktur Program Pascasarjana, Prof. Nurul Listiyani, bersama jajaran dan sejumlah dosen. Mereka diterima Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tanah Laut, Akhmad Hairin, bersama perwakilan sejumlah perangkat daerah di lingkungan Sekretariat Daerah Tanah Laut.
Dalam sambutannya, Akhmad Hairin mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting, terutama bagi ASN yang menghadapi dinamika pemerintahan dan pelayanan publik yang semakin kompleks.
Menurutnya, salah satu kompetensi yang perlu diperkuat adalah bidang hukum. Berbagai persoalan pemerintahan, pengelolaan aset, administrasi hingga penyelesaian perkara membutuhkan pemahaman hukum yang baik.
“Pada intinya kita berkepentingan sekali dengan memahami kawan-kawan di bidang hukum,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemahaman hukum diperlukan agar setiap kebijakan dan pengelolaan pemerintahan memiliki dasar administrasi serta data pendukung yang kuat.
Akhmad Hairin juga membuka peluang agar informasi mengenai program Pascasarjana UNISKA MAB dapat disampaikan lebih luas kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.
Jika diperlukan, kegiatan serupa dapat dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak perangkat daerah.
Sementara itu, Prof. Nurul Listiyani menjelaskan, Program Pascasarjana UNISKA MAB saat ini memiliki tujuh program studi, yakni Magister Ilmu Komunikasi, Magister Manajemen, Magister Administrasi Pendidikan, Magister Administrasi Publik, Magister Peternakan, Magister Hukum, serta Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Program tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan peningkatan kompetensi ASN karena mencakup bidang yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari manajemen, administrasi publik, hukum hingga komunikasi.
Prof. Nurul menyebut jumlah mahasiswa Program Pascasarjana UNISKA MAB saat ini telah mencapai sekitar 1.300 orang. Penerimaan mahasiswa baru juga masih berlangsung hingga sebelum pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS).
Dari sisi pembiayaan, UNISKA MAB menyediakan mekanisme pembayaran secara bertahap. Biaya pendidikan disesuaikan dengan program studi yang dipilih.
Selain itu, sistem perkuliahan dilaksanakan secara fleksibel dengan pola hybrid, sehingga mahasiswa yang memiliki keterbatasan mengikuti perkuliahan secara langsung tetap dapat mengikuti pembelajaran secara daring sesuai ketentuan.
Dalam kesempatan tersebut, pihak UNISKA MAB juga menyampaikan informasi terkait alumni yang berkiprah di berbagai bidang pemerintahan dan politik, termasuk sejumlah kepala daerah dan pejabat publik.
Pertemuan ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang silaturahmi, tetapi berkembang menjadi peluang kerja sama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Pemkab Tanah Laut.
Pemkab Tanah Laut pun menyambut baik informasi tersebut dan mendorong ASN memanfaatkan berbagai peluang pengembangan kompetensi sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin profesional dan berkualitas.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemkab Tanah Laut dalam membangun sumber daya manusia unggul guna mendukung terwujudnya Tanah Laut Simpun, Maju, dan Berkelanjutan. Dede![]()








