33.5 C
Banjarbaru
Selasa, Juli 28, 2026
spot_img

Dinkes Kalsel Optimalkan Pos Layanan Kesehatan untuk Dukung Penanganan Karhutla

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPT Krisis Kesehatan terus memperkuat kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan layanan kesehatan bagi petugas di lapangan maupun masyarakat yang terdampak kabut asap, sekaligus meningkatkan edukasi mengenai pencegahan gangguan kesehatan.

Kepala Seksi Pelayanan dan Kegawatdaruratan Krisis Epidemi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Rezqi Anshari, S.Kep., Ns., menjelaskan timnya telah melaksanakan pelayanan kesehatan di sejumlah lokasi, salah satunya Pos Rescue Pengayuan di Kelurahan Landasan Ulin Selatan. Selain itu, tenaga kesehatan juga disiagakan di Pos Komando Karhutla BPBD Kalsel di Banjarbaru untuk mendukung operasional penanganan bencana.

“Kami bersinergi dengan BPBD dalam penanganan karhutla tahun ini. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan bagi petugas, pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah terdampak, serta memberikan edukasi mengenai langkah-langkah menghadapi kabut asap,” kata Ahmad Rezqi saat bertugas di Pos Komando Karhutla BPBD Kalsel, Banjarbaru, Senin (27/7/2026).

Ia menyampaikan, keberadaan layanan kesehatan tersebut bertujuan mengantisipasi meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang kerap muncul saat kualitas udara menurun akibat asap kebakaran. Pemeriksaan kesehatan diberikan kepada warga maupun personel yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla agar kondisi mereka tetap terpantau.

Dalam kegiatan tersebut, petugas kesehatan juga mengedukasi masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di area berasap. Jika masker tidak tersedia, masyarakat disarankan memanfaatkan kain bersih yang dibasahi sebagai perlindungan sementara untuk membantu mengurangi paparan asap.

“Kami berharap informasi yang diberikan dapat membantu masyarakat melindungi diri sehingga risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap dapat diminimalkan,” ujarnya.

Pelayanan kesehatan di Pos Komando Karhutla BPBD Kalsel akan terus berlangsung selama status siaga karhutla masih diberlakukan. Dinas Kesehatan menugaskan dua tenaga kesehatan untuk berjaga setiap hari, sekaligus menyediakan obat-obatan dan masker secara cuma-cuma bagi petugas maupun masyarakat yang membutuhkan. Apabila terjadi peningkatan kejadian karhutla, personel kesehatan tambahan akan diterjunkan ke lokasi.

Menurut Ahmad Rezqi, keluhan yang paling sering ditemui selama pelayanan kesehatan adalah batuk, pilek, gejala ISPA, serta kelelahan akibat aktivitas di lapangan. Penanganan dilakukan sesuai kondisi pasien, disertai pemberian vitamin seperti vitamin C dan vitamin B kompleks guna membantu menjaga daya tahan tubuh.

Ia berharap sinergi antara Dinas Kesehatan, BPBD, dan seluruh instansi terkait terus terjaga sehingga penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif. Dengan kesiapsiagaan seluruh pihak dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dampak asap, risiko gangguan kesehatan selama musim kemarau diharapkan dapat ditekan. As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img