Pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD dan SMP tingkat Kota Banjarmasin yang digelar di Lapangan Borneo, Banjarmasin Utara, Selasa (2/6/26) pagi.
Ajang tahunan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti sekitar 293 peserta dari berbagai sekolah di Kota Banjarmasin. Para siswa terbaik tersebut akan berkompetisi untuk memperebutkan tiket mewakili Banjarmasin pada O2SN tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Untuk jenjang SD, cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi kids athletic, pencak silat, renang, bulu tangkis, dan senam. Sementara pada jenjang SMP, peserta berlaga di cabang atletik, pencak silat, renang, bulu tangkis, serta panjat tebing yang menjadi cabang baru tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengatakan O2SN merupakan program nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dilaksanakan serentak di seluruh daerah.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan karakter peserta didik.
“Ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Banjarmasin dalam pembinaan karakter siswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga bagaimana mengembangkan minat, bakat, kreativitas, dan prestasi para pelajar,” ujar Ryan.
Ia menjelaskan, para juara nantinya akan menjadi wakil Kota Banjarmasin pada O2SN tingkat provinsi. Bahkan, pihaknya berharap ada atlet pelajar yang mampu melaju hingga tingkat nasional.
“Setelah ini mereka akan mewakili Kota Banjarmasin ke tingkat provinsi. Mudah-mudahan ada yang bisa melanjutkan perjuangan hingga tingkat nasional,” katanya.
Ryan menambahkan, setiap sekolah mengirimkan perwakilan terbaiknya pada masing-masing cabang olahraga yang dipertandingkan. Kehadiran panjat tebing pada jenjang SMP juga menjadi warna baru dalam pelaksanaan O2SN tahun ini.
Selain menjadi wadah kompetisi, O2SN diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa. Melalui kegiatan olahraga yang terarah, pelajar dapat menyalurkan energi dan potensinya ke arah yang lebih produktif.
“Kita berharap kegiatan positif seperti ini dapat mencegah perilaku-perilaku berisiko di kalangan pelajar serta mengarahkan mereka untuk lebih fokus pada pengembangan diri dan prestasi,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator O2SN Kecamatan Banjarmasin Barat, Basuki Rahman, menyambut antusias pelaksanaan O2SN tahun ini. Ia menilai ajang tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menumbuhkan jiwa kompetitif yang sehat.
“Ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga sarana membentuk karakter, disiplin, dan semangat berprestasi bagi generasi muda Banjarmasin,” pungkasnya. Stn![]()










