Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong optimalisasi pemanfaatan aset daerah melalui berbagai inovasi. Salah satunya dengan dibukanya Cafe Forester 3 yang berada di kawasan Taman Hutan Hijau Tropis Kompleks Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (1/6/2026).
Pembukaan Cafe Forester 3 ditandai dengan kegiatan selamatan yang dihadiri Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Nor Yaumil, bersama sejumlah Kepala OPD dan TAG, serta jajaran Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.

Subhan Nor Yaumil menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan atas inisiatif menghadirkan ruang publik baru yang memadukan fungsi rekreasi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi daerah.
“Keberadaan Cafe Forester ini tidak hanya menambah ruang terbuka dan tempat rekreasi di lingkungan perkantoran Pemprov Kalsel, tetapi juga menjadi alternatif lokasi pertemuan dan kegiatan yang lebih santai bagi para ASN maupun masyarakat,” ujarnya.

Dua cafe sebelumnya yakni, pertama berada di Pusat Pemasaran Hasil Hutan di jalan Gatot Subroto Banjarmasin, kedua di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandi Angin Kabupaten Banjar.
Subhan berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh perangkat daerah, baik untuk kegiatan informal, rapat ringan maupun sebagai sarana berkumpul yang nyaman di tengah kawasan hijau perkantoran.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengembangan Cafe Forester merupakan salah satu bentuk inovasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan aset dan kekayaan daerah.
“Di tengah kondisi efisiensi anggaran pada tahun 2026 hingga 2027, optimalisasi pendapatan daerah menjadi sangat penting. Inovasi seperti ini merupakan langkah positif untuk menghasilkan PAD dari sektor pemanfaatan aset daerah,” katanya.
Menurut Subhan, keberhasilan pengelolaan Cafe Forester nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan daerah sekaligus memperkuat fungsi kawasan hutan kota sebagai destinasi wisata dan edukasi lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan salam dari Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang saat ini sedang menunaikan ibadah haji. Ia mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian ibadah haji telah berjalan lancar dan diharapkan dapat kembali ke Kalimantan Selatan dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji mabrur.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fatimatuzzahra, melaporkan bahwa pengembangan Cafe Forester merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kalimantan Selatan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset milik pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, pengelolaan cafe dilakukan dengan melibatkan Saka Wanabakti bersama mitra pendukung lainnya. Untuk tahap awal, pengembangan fasilitas memerlukan investasi sekitar Rp300 juta, termasuk penambahan sarana pendukung seperti dapur dan perlengkapan operasional lainnya.

Selain pengembangan usaha kuliner, kawasan tersebut juga menjadi pusat pengelolaan sampah organik yang menghasilkan kompos bermerek “Forester”. Produksi kompos dilakukan melalui kerja sama dengan koperasi dinas dengan memanfaatkan daun-daun kering yang dikumpulkan dari berbagai instansi pemerintah.
“Kompos Forester ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah dari limbah organik yang tersedia di kawasan perkantoran,” jelas Fatimatuzzahra.
Melalui kehadiran Cafe Forester 3, Pemprov Kalimantan Selatan berharap kawasan hutan kota di lingkungan perkantoran dapat berkembang menjadi ruang publik yang produktif, nyaman, dan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah serta pelestarian lingkungan. As![]()










