Pengelola Kolam Renang Tirta Kencana, Pelaihari, menerapkan sistem pembayaran non-tunai untuk seluruh transaksi tiket masuk. Pengunjung yang ingin menikmati fasilitas kolam renang diwajibkan melakukan pembayaran menggunakan QRIS.
Kebijakan ini diterapkan untuk mempermudah proses transaksi sekaligus mendukung penggunaan pembayaran digital di kalangan masyarakat. Dengan sistem QRIS, pengunjung dapat melakukan pembayaran melalui berbagai aplikasi perbankan maupun dompet digital yang telah mendukung layanan tersebut.
Meski menggunakan sistem pembayaran digital, tarif masuk Kolam Renang Tirta Kencana tetap terjangkau. Tiket untuk anak-anak dikenakan biaya Rp5.500 per orang, sedangkan tiket dewasa Rp6.500 per orang.
Selain tiket masuk, pembayaran penyewaan pelampung juga dilakukan melalui QRIS. Tarif sewa pelampung berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000, tergantung ukuran dan jenis yang digunakan.
Kolam Renang Tirta Kencana beroperasi setiap hari, mulai Senin hingga Minggu. Untuk sesi pagi dibuka pukul 08.00–11.00 Wita, sementara sesi sore berlangsung pukul 14.00–17.00 Wita.
Salah seorang pengunjung, Andi, warga Pelaihari yang datang bersama keluarganya untuk menghabiskan akhir pekan, menyambut baik penerapan sistem pembayaran digital tersebut. Menurutnya, penggunaan QRIS memberikan transparansi dalam setiap transaksi yang dilakukan.
“Saya rasa sistem pembayaran menggunakan QRIS ini sangat bagus. Selain lebih praktis, juga bisa mengantisipasi adanya pungutan liar karena semua pembayaran tercatat secara digital dan langsung masuk ke sistem,” ujar Andi kepada inikalsel.id, Sabtu (30/5/2026).
Ia berharap penerapan pembayaran non-tunai seperti ini dapat terus dipertahankan dan diterapkan di berbagai fasilitas umum lainnya agar pelayanan kepada masyarakat semakin transparan dan akuntabel.
Dengan penerapan QRIS, pengelola berharap proses transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan nyaman bagi seluruh pengunjung yang datang untuk berolahraga maupun berekreasi bersama keluarga. Dede![]()










