Tim Havia Three Star dari SDN Kuin Selatan 1 yang berada di bawah binaan Sanggar Anum Banua Etnika sukses menampilkan Tari Pelepah Pisang pada final lomba tari kreasi Kalimantan Selatan dalam ajang Banua QRISTIVAL di eks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Minggu (24/5/2026).
Pendamping tim, Rahmah Listianoortha, S.Pd mengatakan, tim tersebut dibina oleh penata tari Arif Febriannur dan diperkuat tiga pelajar SDN Kuin Selatan 1, yakni Muhammad Sultan Hafiz, Muhammad Erpio Zahid Anugrah, dan Alpan Setiapan yang saat ini duduk di bangku kelas V dan VI sekolah dasar.

“Mereka ini dari HPA Tristar binaan Kak Arif Febriannur. Anak-anak ini sebelumnya mengikuti FLS3N tahun lalu dan berhasil melewati tingkat kecamatan, kota hingga tampil di tingkat nasional di Jakarta,” ujarnya usai penampilan.
Rahmah menjelaskan, Tari Pelepah Pisang yang dibawakan mengangkat tema permainan tradisional anak-anak. Dalam pertunjukannya, para penari menggambarkan suasana anak-anak yang bermain saat hujan dan memanfaatkan daun pisang sebagai bagian dari permainan mereka.

“Tarian ini bertujuan mengangkat permainan tradisional. Dalam cerita tariannya, anak-anak sedang bermain lalu menemukan daun pisang yang dijadikan ketepokan, tembak-tembakan, hingga dijadikan pakaian untuk bermain perang-perangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses latihan dilakukan cukup panjang karena para penari tidak hanya dilatih gerak tari, tetapi juga pembentukan fisik dan pengaturan pernapasan.
“Latihannya lumayan lama. Mereka dibina bukan hanya menari saja, tapi juga olah tubuh, mengatur pernapasan, hingga senam untuk memperkuat stamina dan ekspresi mereka di atas panggung,” katanya.
Rahmah berharap ketiga penari tersebut tetap melanjutkan kiprah seni mereka bersama Sanggar Anum Banua Etnika meski nantinya berpisah sekolah setelah lulus SD.
“Saya berharap walaupun nanti mereka melanjutkan sekolah masing-masing, mereka tetap bersama di sanggar dan terus melanjutkan prestasi mereka ke jenjang yang lebih tinggi,” tuturnya. As










