Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memantau perkembangan inflasi melalui Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara daring, Senin (18/5/2026).
Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian, Idris mengikuti rakor dari Command Center Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru.
Rapat dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menyampaikan inflasi nasional April 2026 secara tahunan berada di angka 2,26 persen dan dinilai masih terkendali.
Sementara itu, inflasi Kalimantan Selatan tercatat sebesar 3,67 persen atau turun dibanding bulan sebelumnya.
“Alhamdulillah inflasi kita sudah turun dari bulan sebelumnya. Ini menggambarkan upaya-upaya kita selama ini cukup berhasil,” ujar Idris.
Ia mengatakan Pemprov Kalsel terus melakukan langkah pengendalian inflasi, terutama menjelang Hari Raya Iduladha yang berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok.
Selain itu, Dinas Perdagangan Kalsel juga melaksanakan pasar murah di 13 kabupaten/kota sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.
“Kami menjual bahan pokok seperti MinyaKita, gula, tepung, dan teh dengan harga distributor tanpa kenaikan,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Adilla Redhayanti.
Pemprov Kalsel berharap berbagai langkah pengendalian inflasi tersebut dapat menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan. As![]()










