30 C
Banjarbaru
Selasa, Mei 26, 2026
spot_img

Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul ke-6 Ayahanda Haji Isam di Batulicin

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. Muhammad Syarifuddin menghadiri Tabligh Akbar dan Haul ke-6 almarhum H. Andi Arsyad Petta Tahang bin La Conding Petta Tappu di Masjid Agung Al-Falah Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (9/5/2026) malam.

Kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah tersebut berlangsung khidmat dan menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah, ulama, tokoh masyarakat, dan keluarga besar almarhum.

Almarhum H. Andi Arsyad Petta Tahang diketahui merupakan ayahanda dari pimpinan Jhonlin Group, H. Syamsuddin Andi Arsyad atau Haji Isam.

Mewakili keluarga, Andi Muhammad Rusli menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah dan tamu undangan yang hadir dalam kegiatan haul tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi amal jariyah bagi almarhum serta membawa berkah dan memperkuat keimanan kita semua,” ujarnya.

Dalam tausiyahnya, Das’ad Latif mengingatkan jamaah tentang kepastian kematian dan pentingnya memperbanyak amal kebaikan.

“Tidak ada satu pun manusia yang bisa lari dari kematian. Cepat atau lambat, semua akan kembali kepada Allah SWT,” ujar Das’ad Latif.

Ia juga menyampaikan tiga amalan yang pahalanya terus mengalir setelah seseorang meninggal dunia, yakni anak saleh, sedekah jariah, dan ilmu yang bermanfaat.

Kegiatan turut dihadiri sejumlah pejabat pusat, kepala daerah, tokoh agama, habaib, serta masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan. As

Artikulli paraprak
Disperdagin Banjarmasin Gandeng Pedagang Rumuskan Strategi Dongkrak Daya Saing Pasar MEDCENTBJM – Eksistensi pasar rakyat di Kota Banjarmasin kini berada di persimpangan jalan. Di tengah gempuran e-commerce yang menawarkan kecepatan dan kenyamanan, pasar tradisional dituntut untuk segera bertransformasi jika tidak ingin ditinggalkan konsumen. Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menggelar sosialisasi dan diskusi Penguatan Daya Saing Pasar Rakyat, yang berlangsung di Aula Kayuh Baimbai, Selasa (19/5/2026). Selama dua hari secara bergantian, bersama ratusan perwakilan pedagang pasar, pemerintah ingin merumuskan formula terbaik bagi keberlanjutan penataan pasar kota. Sebagai kota yang meletakkan fondasi pembangunan pada sektor perdagangan dan jasa, redupnya aktivitas pasar memantik alarm keras bagi Pemkot Banjarmasin. Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR mengakui bahwa sejumlah pasar di kota Banjarmasin masih dibayangi sederet persoalan klasik yang tak kunjung usai. Mulai dari masalah penataan, manajemen pengelolaan, minimnya standar kenyamanan, hingga kualitas pelayanan yang dinilai masih tertinggal jauh dari ritel modern. “Pasar rakyat merupakan urat nadi ekonomi kerakyatan kita. Di sana roda ekonomi masyarakat kecil kita bergerak, lapangan pekerjaan tercipta, dan interaksi sosial tumbuh setiap hari,” ujar Yamin disela membuka kegiatan. Lebih lanjut, ia menegaskan jika seluruh pihak memiliki kepedulian yang sama untuk membenahi persoalan ini, tantangan tersebut justru dapat diubah menjadi peluang besar bagi penguatan ekonomi lokal. “Kita tahu masyarakat saat ini memiliki opsi belanja yang kian beragam dan lebih cepat, bahkan sesuai pola konsumsi mereka. Kalau tidak menyesuaikan dan menutup mata, maka pedagang kita di pasar akan semakin tertinggal,” jelasnya. Saat ini, langkah konkret yang tengah dikebut oleh Pemkot Banjarmasin tidak hanya menyentuh perbaikan fisik pasar, tetapi juga perombakan total pada sistem tata kelolanya. Ia menyoroti peran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar sebagai leading sector agar dapat mengambil peran secara lebih agresif terkait hal ini. Kendati begitu, Wali Kota menilai kemegahan infrastruktur yang dibangun akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan perubahan perilaku dan manajemen dari para pengelola dan pedagang itu sendiri. “Kami saat ini terus berupaya untuk mendorong revitalisasi pasar baik secara fisik maupun tata kelolanya. Infrastruktur yang layak itu belum cukup membuat pasar ramai apabila tata pengelolaan tidak diubah,” tekannya. “Kami juga mendorong peran aktif Perumda Pasar yang sejatinya sebagai leading sektor pengelolaan. Memang tidak mudah dengan berbagai persoalannya, tentu kita membenahinya pelan-pelan dan menghidupkan kembali geliat pasar, khususnya di pasar-pasar besar seperti Pasar Antasari,” tambahnya. Sementara itu, Plt Kepala Disperdagin Banjarmasin, Noorsyahdi menyebut ruang diskusi ini sengaja diciptakan untuk menyamakan persepsi sekaligus mencari titik temu terbaik antara regulasi pemerintah dan kebutuhan riil pedagang di lapangan. Pihaknya sengaja mengundang perwakilan pedagang secara bertahap agar aspirasi dari akar rumput dapat terserap secara optimal. “Kita tahu Banjarmasin ini kota perdagangan dan jasa, makanya sosialisasi dan diskusi bersama para pedagang atau pelaku usaha pasar pada hari ini menjadi sangat penting. Kita ingin pasar ini bisa berkembang kembali seperti sebelumnya. Ini penting untuk memastikan tata kelola pasar kita bisa lebih baik di tengah tantangan yang ada,” jelas Noorsyahdi. Ia juga menekankan pentingnya sinergitas dua arah dengan para pedagang. “Sesuai arahan Pak Wali tadi, bagaimana betul-betul bersinergi pedagang dan pemerintahnya agar para pedagang bisa menjaga dan memelihara kebersihan, keamanan, dan kenyamanannya,” lugasnya. Melalui kegiatan ini, Pemkot Banjarmasin ingin ekosistem pasar rakyat tidak hanya akan bertahan, tetapi mampu bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi daerah yang jauh lebih tangguh dan kompetitif.
Artikulli tjetër

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img