Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR mengingatkan bahwa persoalan pendidikan dan lingkungan tidak bisa dipisahkan hanya menjadi tugas sekolah semata. Di hadapan ratusan siswa, guru, serta orang tua di SD Negeri Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin, Selasa (12/5/2026), ia menekankan pentingnya membangun generasi muda yang cerdas sekaligus peduli terhadap persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius di Kota Banjarmasin.
Suasana penuh senyum dan antusias tampak sejak pagi ketika para siswa menerima bingkisan perlengkapan sekolah dari program Pegadaian Peduli melalui Gold Generation. Bantuan tersebut tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi bukti sinergi antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan PT Pegadaian dalam mendukung pendidikan serta meringankan kebutuhan sekolah masyarakat.
Kegiatan itu turut dihadiri jajaran PT Pegadaian, kepala sekolah, dewan guru, orang tua siswa, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Banjarmasin. Di tengah tantangan ekonomi masyarakat dan persoalan pendidikan yang terus berkembang, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dinilai menjadi kekuatan besar untuk membantu menciptakan generasi muda yang lebih siap menghadapi masa depan.
Dalam sambutannya, H. Muhammad Yamin HR menegaskan bahwa pembangunan kualitas generasi muda harus dimulai dari perhatian kecil yang dilakukan secara konsisten. Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. “Pendidikan tidak hanya soal nilai akademik. Anak-anak harus dibentuk menjadi generasi yang disiplin, tangguh, kreatif, dan peduli lingkungan. Persoalan sampah hari ini harus menjadi edukasi bersama, mulai dari memilah sampah, membuat kompos, hingga memanfaatkan ecobrick menjadi karya kreatif yang bernilai,” ujar H. Muhammad Yamin HR.
Ia menilai, program sosial seperti ini menjadi kekuatan penting dalam membantu pemerintah mempercepat pembangunan sumber daya manusia. Kepedulian perusahaan terhadap sekolah membuka peluang besar bagi peningkatan kualitas pendidikan, terutama membantu siswa yang membutuhkan perlengkapan belajar. Namun di sisi lain, masih terdapat tantangan berupa rendahnya kesadaran lingkungan sejak usia dini dan belum meratanya dukungan sosial terhadap sekolah-sekolah di Kota Banjarmasin.
Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin terus mendorong agar program tanggung jawab sosial perusahaan tidak berhenti pada kegiatan simbolis semata, melainkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu mengubah perilaku masyarakat. Salah satu solusi yang disampaikan ialah memperkuat edukasi lingkungan di sekolah melalui praktik langsung, seperti pemilahan sampah, pengolahan kompos, hingga pemanfaatan ecobrick dari botol plastik menjadi prakarya kreatif bernilai ekonomi.
Kebahagiaan para siswa terlihat jelas usai menerima bantuan tersebut. Salah satunya disampaikan Dafa, siswa SD Negeri Kuin Cerucuk 1, yang mengaku senang mendapatkan perlengkapan sekolah baru dari program Pegadaian Peduli. “Saya senang sekali dapat hadiah ini. Jadi tambah semangat dan mau lebih rajin lagi belajar serta sekolah supaya bisa membanggakan orang tua,” ucap Dafa dengan wajah penuh senyum.
H. Muhammad Yamin HR berharap langkah PT Pegadaian dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk ikut membantu dunia pendidikan di Kota Banjarmasin. Menurutnya, ketika pemerintah, sekolah, masyarakat, dan dunia usaha bergerak bersama, maka peluang menciptakan generasi emas yang cerdas, tangguh, dan peduli lingkungan akan semakin besar.“Kalau kepedulian seperti ini terus bergerak bersama, maka sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan dan mampu membawa perubahan bagi Kota Banjarmasin,” tutupnya. *Stn![]()










