25 C
Banjarbaru
Kamis, Maret 12, 2026
spot_img

Tak Sekadar Padamkan Api, Wali Kota Yamin Ingin Redkar Banjarmasin Jadi Pionir Gerakan Pilah Sampah

Ratusan relawan pemadam kebakaran (Balakar/Damkar) se-Kota Banjarmasin memadati halaman Balai Kota Banjarmasin pada Kamis (12/3/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA dalam momentum sahur bersama jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin.

Ini sekaligus menjadi ruang pertemuan antara pemerintah dan para relawan yang selama ini berada di garis depan saat musibah kebakaran melanda permukiman warga.

Kegiatan dihadiri langsung Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus Balakar serta Damkar se-Kota Banjarmasin, hingga sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Dalam sambutannya, Yamin menegaskan bahwa keberadaan relawan pemadam kebakaran merupakan kekuatan sosial yang tidak tergantikan dalam membantu pemerintah menjaga keselamatan masyarakat.

Menurutnya, keberanian para relawan yang selalu siap siaga meninggalkan keluarga demi menolong warga merupakan bentuk pengabdian yang patut dihargai dan dilindungi.
“Relawan pemadam kebakaran adalah garda terdepan saat musibah terjadi. Mereka hadir tanpa menunggu perintah, bahkan sering kali mempertaruhkan keselamatan diri demi menyelamatkan orang lain,” ujar Yamin.

Ia menjelaskan, pemerintah kota saat ini mendorong seluruh relawan pemadam kebakaran agar terdata secara resmi melalui sistem E-Damkar Banjarmasin. Pendataan tersebut menjadi langkah penting agar para relawan dapat memperoleh perlindungan yang layak, termasuk jaminan keselamatan kerja.

“Kalau masih ada relawan yang belum terdaftar, segera laporkan diri. Dengan data yang jelas, pemerintah bisa memberikan bantuan seperti asuransi keselamatan kerja dan pembinaan yang lebih terarah,” tegasnya.

Pada momentum yang sama, Yamin juga menyoroti persoalan lingkungan yang masih menjadi tantangan di Kota Banjarmasin, yakni pengelolaan sampah. Ia mengajak para relawan pemadam kebakaran yang selama ini dekat dengan masyarakat untuk ikut menyuarakan gerakan memilah sampah dari sumbernya.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah harus dimulai dari rumah tangga. “Kami mengajak seluruh masyarakat, termasuk para relawan damkar yang punya pengaruh besar di lingkungan masing-masing, untuk mulai memilah sampah dari sumbernya. Kalau dari rumah sudah dipisah, pengelolaannya akan jauh lebih mudah dan lingkungan kita lebih bersih,” pesannya.

Menurut Yamin, Banjarmasin memiliki kekuatan besar dalam solidaritas masyarakat melalui keberadaan Balakar yang tersebar di berbagai sudut kota. Namun di sisi lain, sistem penanggulangan kebakaran masih menghadapi tantangan dalam hal koordinasi, peningkatan keterampilan, serta perlindungan bagi relawan yang bertugas di lapangan. Karena itu pemerintah kota berupaya memperkuat pembinaan melalui pelatihan dan kegiatan peningkatan kapasitas.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggelar lomba ketangkasan pemadam kebakaran sebanyak dua kali dalam setahun, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Damkar dan Hari Jadi Kota Banjarmasin. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana meningkatkan kemampuan teknis para relawan. “Kami ingin para relawan tidak hanya cepat bergerak di lapangan, tetapi juga semakin terlatih, profesional, dan mendapatkan perlindungan yang memadai,” katanya.

Selain sahur bersama, kegiatan tersebut juga diisi tausiah agama oleh Hasanuddin Al-Banjari atau dikenal sebagai UAS Banjar. Dalam ceramahnya bertajuk Memadamkan Api dalam Hati, ia mengingatkan bahwa tugas pemadam kebakaran bukan hanya memadamkan kobaran api, tetapi juga menanamkan ketulusan dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat.

“Orang yang mampu memadamkan api di hatinya dari amarah dan kesombongan adalah orang yang mampu menjaga keselamatan dirinya dan orang lain. Karena itu, jasa para pemadam kebakaran adalah pekerjaan yang sangat mulia,” ujar beliau.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk para relawan pemadam kebakaran yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan. Doa yang dipanjatkan pada dini hari itu menjadi pengingat bahwa di balik sirine dan kobaran api, ada pengabdian panjang yang sering kali tidak terlihat oleh publik. As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img