Destinasi wisata alam Bukit Sapu Angin di Desa Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, semakin populer dan ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Viral di media sosial, kawasan perbukitan dengan hamparan savana ini menjadi daya tarik baru di Kalimantan Selatan.
Salah satu pengunjung yang penasaran adalah Shiela Merlina (24), ibu muda asal Magelang, Jawa Tengah. Ia mengaku tertarik datang setelah melihat banyak unggahan dan pemberitaan yang membahas keindahan Bukit Sapu Angin.

Shiela menyebut rasa penasaran itu muncul karena fenomena fear of missing out (FOMO), yakni keinginan untuk ikut merasakan destinasi yang sedang tren.
“Gara-gara FOMO viral di Kalimantan Selatan, salah satunya juga karena baca berita di inikalsel.id,” ujarnya sambil tersenyum, Senin (2/2/2026).
Shiela yang baru tiba di Kalimantan Selatan untuk mengunjungi orang tuanya di Pelaihari mengaku masih pemula dalam aktivitas mendaki. Meski demikian, ia menilai jalur trekking di Bukit Sapu Angin cukup mudah dan ramah bagi pendatang baru.
“Aku di Jawa belum pernah naik gunung mana pun,” katanya.
Menurutnya, salah satu keunikan Bukit Sapu Angin adalah keberadaan sapi-sapi yang berkeliaran bebas di area savana, sehingga suasananya terasa seperti berada di kawasan peternakan terbuka.
Selain panorama alam yang memukau, Shiela juga mengapresiasi keramahan pengelola dan kenyamanan fasilitas di lokasi wisata tersebut.
Ia memulai trekking sekitar pukul 16.00 WITA, menikmati perjalanan dengan santai sambil berfoto, lalu turun kembali sekitar pukul 17.30 WITA setelah cukup lama menikmati pemandangan dari puncak.
Shiela sempat berencana menunggu hingga senja untuk menyaksikan matahari terbenam, namun mengurungkan niatnya karena khawatir pulang terlalu malam.
“Awalnya mau lihat sunset, pasti cantik. Tapi takut kemalaman pulangnya,” tutupnya sambil tersenyum. Dede![]()









