25 C
Banjarbaru
Jumat, Maret 6, 2026
spot_img

Strategi Baru Nasi Campur Neng Elis: Jualan On The Road ke Asam-Asam hingga Kintap

Ramadan membawa berkah bagi sebagian pedagang, namun tidak semua merasakan hal yang sama. Seperti yang dialami Lis Purwati (31), penjual Nasi Campur Neng Elis yang sudah berjualan selama tiga tahun di Pelaihari.

Lis mengaku setiap bulan Ramadan, omzet jualannya justru mengalami penurunan cukup drastis. Bahkan, menurutnya, penurunan bisa mencapai lebih dari separuh dibanding hari biasa.

“Setiap Ramadan itu omzet turun banget, lebih dari separo. Mungkin karena pedagang dadakan juga banyak, jadi pembeli terbagi,” ujar Lis kepada inikalsel.id, Kamis (5/3/2026).

Ia menceritakan, pada tahun pertama berjualan, dirinya hanya mampu bertahan sekitar tiga minggu selama Ramadan. Sementara di tahun kedua, ia hanya berjualan sekitar 10 hari karena penjualan terus menurun hingga modal pun tidak kembali.

“Tahun pertama masih bisa tiga minggu. Tahun kedua cuma 10 hari, habis itu nombok modal terus karena jualannya tidak habis,” katanya.

Memasuki tahun ketiga ini, Lis bahkan hanya sempat berjualan selama dua hari saja. Ia mengaku harus bekerja sendiri tanpa karyawan karena pendapatan yang diperoleh tidak cukup untuk menggaji pegawai.

“Tahun ini cuma dua hari jualan. Gawinya sorang aja, uyuh banar tanpa karyawan. Kalau ada karyawan kada bisa menggaji karena omzetnya di bawah rata-rata,” ungkapnya sambil bercanda.

Melihat kondisi tersebut, Lis akhirnya memutuskan untuk mengubah strategi berjualan. Ia kini memilih menjajakan dagangannya secara keliling atau on the road, mengikuti permintaan pelanggan yang banyak datang dari media sosial TikTok.

“Jadi ulun memutuskan jualan on the road karena banyak permintaan dari pelanggan di TikTok,” ujarnya.

Ia juga mulai berkeliling ke beberapa daerah di Kabupaten Tanah Laut. Lis berjualan di wilayah Asam-Asam. Selanjutnya, ia berencana mencoba berjualan di Kintap dan Muara Kintap.

“Semalam di Asam-Asam. Mungkin selanjutnya ke Kintap sama Muara Kintap. Sebenarnya banyak juga netizen yang nyuruh sampai Sungai Danau, tapi ulun lihat kemampuan dulu,” jelasnya.

Menurut Lis, menu yang ia jual berupa masakan pedas dan kering mungkin juga menjadi salah satu alasan kurang diminati saat Ramadan, karena sebagian orang lebih memilih menu yang segar atau berkuah untuk berbuka puasa.

Meski begitu, Lis tetap optimistis usahanya bisa terus berjalan dengan menyesuaikan cara berjualan agar tetap bisa menjangkau pelanggan. Dede

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img