25 C
Banjarbaru
Selasa, Februari 24, 2026
spot_img

Sekolah Terdampak Banjir, Sekolah Bisa Sesuaikan Proses Belajar Mengajar

Intensitas hujan dan air pasang membuat sebagian besar kawasan Banjarmasin dikepung banjir, tak hanya berdampak pada permukiman warga, tapi juga ke lingkungan sekolah dan rumah para pendidik serta peserta didik. Kondisi ini membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin mengambil langkah cepat demi memastikan layanan pendidikan tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan dan kesehatan warga sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menegaskan keselamatan peserta didik dan pendidik menjadi prioritas utama di tengah situasi darurat ini.

“Kami tidak ingin anak-anak dipaksa datang ke sekolah sementara lingkungannya belum aman. Keselamatan, kesehatan, dan kondisi psikososial mereka adalah yang utama. Besok kita akan pantau keliling,” kata Ryan, Minggu (4/1/2026).

Sebagai respons, Disdik Banjarmasin memberikan keleluasaan penuh kepada satuan pendidikan yang terdampak banjir rob untuk menyesuaikan proses pembelajaran. Sekolah diperbolehkan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), luring terbatas, atau bentuk pembelajaran alternatif lain yang paling memungkinkan.

“Penyesuaian ini harus melihat kondisi riil di lapangan. Jangan sampai anak dan orang tua justru terbebani di tengah musibah,” ujar Ryan.

Tak hanya itu, Disdik juga menekankan fleksibilitas kehadiran dan penugasan bagi peserta didik yang rumahnya terendam banjir. Absensi tidak akan menjadi masalah, dan tidak ada sanksi akademik bagi siswa yang kesulitan mengikuti pembelajaran.

“Kami minta sekolah bersikap humanis. Penilaian dan tugas harus fleksibel karena tidak semua anak memiliki akses belajar yang sama saat banjir,” katanya.

Ryan juga mengingatkan agar sekolah tidak memaksakan pembelajaran tatap muka jika kondisi lingkungan belum benar-benar aman. Pembersihan sarana dan prasarana sekolah menjadi syarat mutlak sebelum aktivitas belajar di kelas kembali dilakukan.

“Kalau sekolah masih tergenang, kotor, atau belum layak, jangan dipaksakan. Kepala sekolah wajib memastikan semuanya sudah bersih dan aman,” ucapnya.

Selain aspek fisik, Disdik Banjarmasin turut menyoroti dampak psikososial yang dialami peserta didik akibat banjir. Guru dan tenaga kependidikan diminta hadir sebagai pendamping moral bagi anak-anak.

“Empati itu penting. Anak-anak terdampak banjir bukan hanya secara fisik, tapi juga mental. Ciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman,” ujar Ryan.

Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, seluruh kepala satuan pendidikan diwajibkan melaporkan kondisi sekolah dan peserta didik terdampak kepada Disdik melalui pengawas atau bidang terkait. “Laporan ini penting sebagai bahan monitoring dan tindak lanjut kebijakan ke depan,” ucapnya, mengakhiri. Stn

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img