Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, dalam rangka silaturahmi dengan sivitas akademika ULM di rumah jabatan Rektor ULM, Banjarmasin, Senin (23/3/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung produktif dengan membahas berbagai persoalan lingkungan hidup, khususnya penanggulangan sampah di Kalimantan Selatan.

“Meskipun sebagian sivitas akademika masih dalam suasana mudik, pertemuan hari ini sangat produktif dalam mendiskusikan persoalan lingkungan hidup, terutama terkait penanganan sampah di Kalimantan Selatan, khususnya di lingkungan kampus di Banjarmasin dan Banjarbaru,” ujar Ahmad Alim Bachri.
Ia menegaskan bahwa ULM siap berkontribusi mendukung kebijakan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup, dalam menyelesaikan persoalan sampah berbasis riset dan inovasi.

Salah satu inovasi yang telah dikembangkan adalah produk balok ekowood, hasil pengolahan sampah oleh tim Fakultas Teknik bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ULM yang telah menjalani riset selama kurang lebih empat tahun dengan dukungan pendanaan dari LPDP.
“Pak Menteri telah melihat langsung hasil ekowood yang merupakan inovasi dari pengolahan sampah. Kami berharap temuan ini dapat segera diimplementasikan sebagai solusi konkret dalam penanggulangan sampah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Alim Bachri menyampaikan bahwa hasil pertemuan tersebut juga akan ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dalam waktu dekat, ULM berencana meluncurkan program mahasiswa penggerak pemilah sampah sebagai bagian dari implementasi pengelolaan sampah di lingkungan kampus.
“Sesuai kesepakatan, minimal 100 mahasiswa di setiap fakultas akan dilibatkan dalam program ini. Ini menjadi langkah nyata kami dalam mendukung gerakan pengelolaan sampah berbasis kampus,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara ULM, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dapat mempercepat penyelesaian persoalan lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah, baik di tingkat kampus maupun di masyarakat luas. As![]()










