Wadai Sari Pengantin merupakan salah satu kue basah tradisional khas Banjar, Kalimantan Selatan. Kue ini dikenal memiliki tekstur lembut dengan cita rasa manis dan gurih, serta tampilan tiga lapisan warna yang menarik. Berbahan dasar tepung beras, santan, dan telur, wadai ini kerap disajikan sebagai takjil saat Ramadan maupun hantaran dalam acara pernikahan dan kegiatan keluarga.
Di Kabupaten Tanah Laut, khususnya di Kota Pelaihari, kue ini lebih dikenal dengan sebutan Wadai Teja. Meski berbeda nama, pada dasarnya kue tersebut sama dengan Sari Pengantin.

“Sama aja mas, cuma beda penyebutan saja,” ujar Ratna Sari (32), warga Pelaihari yang menekuni usaha penjualan aneka wadai Banjar, saat ditemui inikalsel.id, Kamis sore (19/2/2026), di lapaknya yang berada di kawasan Simpang 3 Parit, Pelaihari.
Ratna mengatakan, dirinya turut melestarikan tradisi kuliner Banjar melalui usaha kecil yang dijalaninya. Namun, untuk pembuatan Wadai Teja atau Sari Pengantin, ia biasanya hanya memproduksinya saat bulan Ramadan atau berdasarkan pesanan khusus.
“Untuk kue-kue Banjar seperti ini aku hanya bikin pas Ramadan atau kalau ada pesanan tertentu,” tambahnya.
Pada hari biasa, Ratna memilih menjual kue-kue Banjar dengan proses pengerjaan yang lebih ringan. Meski dikenal sebagai kue khas Banjar, Wadai Teja justru banyak diproduksi dan dijual oleh masyarakat Tanah Laut, sehingga semakin menguatkan identitasnya sebagai salah satu kue khas daerah tersebut.
Keberadaan Wadai Teja tidak hanya menjadi sajian lezat, tetapi juga bagian dari warisan kuliner yang terus dijaga eksistensinya oleh para pelaku UMKM lokal di Tanah Laut. Dede![]()










