Fenomena pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar kian menjadi perhatian di Kabupaten Tanah Laut. Kondisi ini dinilai perlu segera mendapat solusi dan penataan yang bijaksana dari pihak terkait.
Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Tanah Laut (HPPMTL), Hariyanor, menyampaikan bahwa persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketertiban umum, tetapi juga menyangkut penghidupan masyarakat kecil.
“Perlu ada solusi dan penataan yang bijaksana, karena ini berhubungan dengan penghidupan masyarakat serta kenyamanan pejalan kaki,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dapat mengambil langkah tegas, teratur, dan terarah dalam melakukan penataan PKL. Meski demikian, pendekatan yang dilakukan tetap harus mengedepankan sisi humanis agar tidak merugikan para pedagang.
Menurutnya, penataan yang baik akan mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan ketertiban ruang publik.
“Penataan harus dilakukan secara tegas namun tetap humanis, sehingga menghasilkan solusi terbaik bagi semua pihak,” tambahnya.
Selain itu, Hariyanor juga mengajak masyarakat untuk ikut memahami pentingnya penataan yang tertib. Dengan adanya kesadaran bersama, diharapkan aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu hak pejalan kaki maupun pengguna jalan lainnya.
“Perlu adanya pemahaman bersama agar semuanya bisa berjalan tertib tanpa menghambat ekonomi masyarakat,” tutupnya. Dede![]()










