Permainan karambol yang dikenal masyarakat Banjar dengan sebutan terombol kini semakin jarang dimainkan. Permainan tradisional yang sempat populer di Kalimantan Selatan ini perlahan tergeser oleh perkembangan zaman dan hadirnya permainan modern.
Terombol Banjar pada dasarnya merupakan permainan karambol, di mana pemain menggunakan jari tangan untuk memukul koin atau buah di atas papan kayu berbentuk persegi yang memiliki lubang di setiap sudutnya. Tujuan permainan ini adalah memasukkan koin ke dalam lubang, mirip seperti permainan biliar, namun dimainkan tanpa stik dan tanpa peralatan rumit.
Di Kota Pelaihari, permainan ini dahulu sangat digemari, terutama oleh anak-anak era 1990-an. Namun seiring waktu, popularitas terombol mulai meredup dan tergantikan oleh permainan biliar maupun hiburan modern lainnya.
Melihat kondisi tersebut, Komeng, pemilik Tafsir Kopi di Pelaihari, berinisiatif menghadirkan kembali permainan terombol di tempat usahanya. Ia berharap permainan tradisional ini dapat menghidupkan kembali kenangan masa kecil sekaligus menarik minat pengunjung.
“Saya mengadakan permainan terombol ini karena nostalgia dengan permainan masa kecil, sekaligus supaya tempat usaha saya lebih ramai. Permainan ini sangat asik dimainkan,” ujar Komeng kepada inikalsel.id, Sabtu malam (17/1/2026) di lapaknya.
Kehadiran permainan terombol di Tafsir Kopi pun mendapat sambutan positif dari pengunjung, terutama kalangan dewasa yang ingin bernostalgia, serta anak muda yang penasaran dengan permainan tradisional khas Banjar tersebut. Dede![]()









