Seorang ibu muda asal Pelaihari, Tiara Putri Yudistiani (31), meniti karier di dunia modeling dan konten digital melalui proses panjang yang dimulai sejak masa kuliah pada 2013.
Perempuan asal Pelaihari ini merupakan alumni Politeknik Negeri Tanah Laut. Ketertarikannya pada dunia modeling berawal dari coba-coba mengikuti ajang Nanang Galuh. Namun, ia tidak lolos seleksi karena merasa kurang memiliki bakat seni seperti tari dan menyanyi.

Kegagalan tersebut justru menjadi titik balik. Tiara kemudian bertemu Abah Ali dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Laut yang memperkenalkannya pada dunia fashion show serta melatih teknik peragaan busana.
Sejak saat itu, Tiara aktif mengikuti berbagai lomba fashion show dan meraih sejumlah prestasi. Salah satunya juara pertama dalam kompetisi yang digelar brand Sophie Martin. Ia juga beberapa kali tampil dalam berbagai kegiatan di Banjarmasin.
Kariernya berlanjut ketika mendapat kesempatan kolaborasi pemotretan. Dari sana, ia semakin sering menjadi model foto dan model rias, serta bergabung dalam komunitas hijabers untuk memperluas jaringan dan pengalaman.
Memasuki 2016, saat Instagram mulai populer sebagai media promosi, Tiara mulai menerima tawaran endorse, meski awalnya masih sebatas kerja sama sederhana dengan pelaku usaha yang dikenalnya.
Setelah menikah pada 2018 dan memutuskan resign dari pekerjaan formal, aktivitas endorse justru meningkat. Fokus kontennya pun berkembang, dari kecantikan dan gaya hidup ke tema keluarga serta parenting setelah ia memiliki anak.
Lonjakan kerja sama dengan berbagai brand terjadi terutama pada masa pandemi, ketika kampanye digital meningkat pesat. Hingga kini, Tiara tetap aktif sebagai content creator dari rumah.
“Meski tidak seberapa, alhamdulillah bisa mendapat penghasilan sambil tetap menemani anak di rumah,” ujarnya kepada inikalsel.id, Minggu (15/2/2026).
Kisah Tiara menjadi contoh bahwa konsistensi dan kemauan belajar dapat membuka peluang karier baru di era digital, bahkan dimulai dari sebuah kegagalan. Dede![]()










