26.3 C
Banjarbaru
Rabu, Januari 21, 2026
spot_img

Pemprov Kalsel Perkuat Manajemen Koperasi Merah Putih Lewat Pelatihan dan Pendampingan di 2.013 Desa-Kelurahan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Koperasi dan UKM terus memperkuat tata kelola dan manajemen Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh daerah. Upaya ini dilakukan melalui program pelatihan dan pendampingan bagi pengurus koperasi di 2.013 desa dan kelurahan se-Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, menjelaskan bahwa pihaknya bersama pemerintah pusat serta kabupaten/kota tengah menyiapkan pelatihan kepengurusan koperasi yang didanai melalui Dana Dekonsentrasi (Dekon).

“Saat ini Dinas Koperasi Provinsi, Pusat, dan Kabupaten/Kota sedang menyusun pelatihan kepengurusan koperasi yang bersumber dari dana Dekon. Insya Allah dalam minggu ini sudah selesai untuk pemecahannya,” ujar Gusti Yanuar saat dihubungi, Kamis (23/10/2025).

Program ini dirancang agar setiap desa dan kelurahan dapat mengikutsertakan tiga orang peserta, yakni ketua, bendahara, dan pengurus koperasi. Selain itu, pelatihan juga akan melibatkan kepala desa/kelurahan serta pendamping koperasi lokal, yang nantinya akan mendapat bimbingan dari asisten bisnis (Business Assistant/BA).

“Satu desa atau kelurahan akan didampingi satu asisten bisnis. Jika ada sepuluh koperasi di satu wilayah, semuanya akan dibina oleh satu BA yang terus dipantau, dievaluasi, dan dimonitor oleh pemerintah provinsi, pusat, dan daerah,” jelasnya.

Menurut Gusti Yanuar, langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat manajemen kelembagaan koperasi agar mampu berjalan mandiri, berinovasi, dan menyesuaikan diri dengan potensi ekonomi lokal. Berdasarkan data Dinas Koperasi Kalsel, saat ini sudah terdapat lebih dari 140 koperasi aktif yang terpantau melalui aplikasi nasional.

“Koperasi yang sudah berjalan baik menjadi contoh, seperti koperasi di sektor penjualan LPG, sembako, hingga layanan klinik. Ini menunjukkan koperasi bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat jika dikelola dengan inovatif,” ujarnya.

Salah satu inovasi yang diapresiasi adalah koperasi penjual LPG dengan harga terjangkau di kisaran Rp18.500–Rp20.000 per tabung. Model ini terbukti menarik minat masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di tingkat lokal.

“Inovasi seperti inilah yang terus kita dorong, sesuai potensi unggulan di tiap daerah. Tujuannya agar koperasi benar-benar hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya. As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img