Pemerintah Kota Banjarmasin mulai menggeser pendekatan penanganan sampah dari sekadar pengangkutan menjadi gerakan perubahan perilaku masyarakat. Hal ini ditandai dengan peluncuran Program Agen 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, Rabu (18/2), dengan melibatkan perwakilan dari ribuan agen yang akan ditempatkan di setiap RT se-Kota Banjarmasin.
Menurut Yamin, persoalan sampah tidak bisa lagi diselesaikan hanya dengan memperbanyak armada atau tempat pembuangan. Ia menilai sumber utama permasalahan justru berada di tingkat rumah tangga. “Kami menargetkan 1.582 Agen 3R di setiap RT menjadi garda depan pengurangan sampah dari rumah. Kalau masyarakat mulai memilah dari sumbernya, beban TPA akan berkurang drastis,” ujarnya saat peluncuran program di Banjarmasin.
Program ini dirancang untuk menjawab persoalan kota berbasis sungai seperti Banjarmasin, di mana sampah rumah tangga kerap berakhir di aliran drainase hingga sungai. Dalam praktiknya, para agen akan bertugas memberikan edukasi langsung kepada warga terkait pemilahan sampah organik dan anorganik, penggunaan ulang barang layak pakai, hingga penguatan kegiatan daur ulang di tingkat komunitas.
Keterlibatan agen di setiap RT menjadi kekuatan utama dalam mendorong perubahan dari lingkungan terkecil. Meski demikian, masih rendahnya kesadaran sebagian warga terhadap pentingnya pemilahan sampah menjadi tantangan tersendiri. Di sisi lain, peluang terbuka melalui potensi ekonomi dari hasil daur ulang yang dapat dikelola oleh masyarakat secara mandiri, sementara kebiasaan lama membuang sampah tanpa pemilahan tetap menjadi ancaman yang harus diubah.
Menjawab tantangan tersebut, Pemko Banjarmasin menyiapkan pendampingan berkelanjutan kepada para agen, penyediaan sarana pemilahan di lingkungan permukiman, serta kampanye penggunaan produk ramah lingkungan yang akan digencarkan hingga ke tingkat keluarga. “Hari ini hadir perwakilan dari 1.582 Agen 3R. Mereka bukan hanya simbol program, tetapi ujung tombak perubahan perilaku masyarakat,” tambah Yamin.
Melalui skema kolaboratif ini, pemerintah berharap penanganan sampah tidak lagi bersifat reaktif, melainkan preventif. Ke depan, Agen 3R diharapkan mampu menjadi katalis perubahan di lingkungannya masing-masing, sekaligus mendorong lahirnya budaya baru yang lebih peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan di Kota Banjarmasin. Stn![]()










