26 C
Banjarbaru
Kamis, April 9, 2026
spot_img

Mantan Istri dan Ipar Diduga Lakukan Pengeroyokan, Pemilik Toko Mebel Laporkan ke Polisi

Dikeroyok dan dianiaya sejumlah orang, hingga menyebabkan luka, pemilik toko mebel di Jalan Pangeran Antasari ini melapor polisi. Bahkan ketika kejadian ada pengrusakan dan pencurian.

Kejadian nahas tersebut pada Sabtu 28 Maret dini hari, sekira pukul 00.05 WITA, para pelaku berinisial M, J, L, N, BS, N, Y, dan RB.

“Kejadiannya setelah saya mengantarkan meja televisi kerumah pembeli,” ujarnya, Rabu (8/4/2026) kepada wartawan.

Dari delapan pelaku yang dilaporkan tersebut, ternyata diantaranya merupakan oknum anggota Polri. “Saya sudah melaporkan kasus ini ke Polda Kalsel. Ke Propam atas kejadian ini,” ucapnya.

Kejadian berawal adanya penyerangan yang dilakukan R bersama beberapa orang. R sendiri bukan orang lain, dia adalah mantan istri Supian. Mereka baru saja bercerai. “Sebenarnya ini soal harta gono gini,” bebernya.

Sebelum kejadian itu, Supian baru saja pulang ke toko setelah mengantarkan jualan mebel bersama karyawannya bernama Agung. Di toko juga ada seorang karyawan wanita yang masih berjaga.

Awalnya, semua tampak biasa saja, namun anak buahnya, Agung melihat suatu kejanggalan di pintu toko di sebelah kiri terlihat terbuka. “Agung bilang ke saya kalau pintu terbuka, tapi saya sudah merasa yakin kalau pintu itu sudah dikunci,” imbuhnya.

Supian lalu meminta Agung untuk memasukan mobil pickup pengangkut mebel ke garasi belakang, sementara dirinya masuk ke dalam toko melalui pintu depan. Dari depan Supian menuju ruang kantor yang ada di bagian kanan belakang toko.

Saat itu, kebetulan karyawan wanitanya sedang santai di ruang tersebut. Namun, betapa kagetnya Supian ketika secara tiba-tiba muncul, ternyata adan mantan istrinya ,R, bersama beberapa orang.

“Mereka bukan orang lain, mantan istri saya, dan mantan ipar saya. Juga ada beberapa orang lain saat itu. Saya begitu terkejut,” ceritanya.

Yang membuat Supian semakin kaget, saat itu para pelaku beramai-ramai menuduhnya sedang melakukan perzinahan. Sambil mengambil video dari kamera telepon genggam, para pelaku membabi buta meneriaki Supian.

Supian saat itu hanya sendirian, berjuang habis-habisan membela diri. Ia mati-matian membantah telah melakukan perbuatan tak senonoh. “Buat apa saya berzinah sementara saya membawa anak buah saya, Agung. Itu hanya fitnah kepada saya,” papar Supian.

Perdebatan kian memuncak, hingga akhirnya ada yang mulai melakukan pemukulan terhadap Supian. Dari pengakuan Supian, pelaku R menjadi orang pertama. R melakukan pemukulan ke arah pipi kanan menggunakan tangan.

Selanjutnya, pelaku B, N dan Y turut mendatangi Supian. Mereka bersama-sama menjatuhkan Supian hingga tersungkur dan tidak bisa melakukan perlawanan.

Dalam kondisi terjatuh, Supian mengaku dihajar secara beramai-ramai oleh para pelaku. Ia mengalami sejumlah luka, di antaranya lecet dan lebam di pipi kanan, lebam di dahi kiri, serta rasa sakit di bagian perut atas.

“Luka-luka yang saya derita sudah saya visum dan sudah saya masukan dalam laporan polisi,” ucap Supian.

Lebih jauh, dikatakan Supian sejatinya ia tak mau persoalan rumah tangganya sampai berujung seperti ini. Ia pun tak menutup rapat pintu perdamaian, namun secara bersyarat. “Bisa saja berdamai, tapi saya tentunya akan meminta persyaratan,” tutupnya. Stn

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img