29.6 C
Banjarbaru
Rabu, Januari 21, 2026
spot_img

Lamban, Wali Kota Minta Pengerukan Sungai di Belitung Efektif, Efisien dan Cepat

Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, meminta kinerja pengerukan sungai di kawasan Belitung Selatan, berjalan efektif, efisien dan cepat. Pasalnya, Yamin menilai metode kerja yang diterapkan di lapangan berjalan lamban dan berpotensi membuat proyek normalisasi sungai memakan waktu yang lama

Menurut Yamin, persoalan utama terletak pada pola kerja yang keliru. Ia menegaskan, pengerukan sungai tidak bisa dilakukan setengah-setengah hanya dengan mengandalkan satu alat berat dan satu armada pengangkut.

“Cara kerjanya salah. Tidak efektif dan tidak efisien. Kalau satu ekskavator mengeruk, itu minimal harus didukung lima sampai sepuluh unit armada pengangkut. Kalau tidak, alatnya akan sering nganggur,” tegas Yamin, Kamis (8/1/26).

Ia juga mengingatkan, tanpa dukungan armada yang memadai, pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan dalam hitungan bulan justru berlarut-larut hingga bertahun-tahun.

“Yang harusnya sebelah kiri satu bulan, sebelah kanan satu bulan, ini bisa molor sampai setahun dan tidak selesai-selesai,” katanya dengan nada geram.

Yamin menekankan perlunya evaluasi terhadap sistem kerja yang diterapkan. Ia meminta SKPD terkait segera melakukan pembenahan menyeluruh agar proyek normalisasi sungai benar-benar berdampak bagi masyarakat.

“Harus dievaluasi cara kerjanya. Kita ini tidak boleh lambat dalam mengambil tindakan. Harus cepat, tepat, efektif, dan efisien,” ujarnya.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya pengerukan di Jalan Belitung yang saat ini ditangani oleh dua ekskavator tersebut, karena sungai di kawasan Belitung ini sudah dangkal dan menjadi titik rawan genangan air.

Jika pengerukan dilakukan optimal, air dapat mengalir dengan baik dan masuk ke kolam penampungan, sehingga mengurangi dampak banjir di Belitung Selatan.

“Kalau sebelah kanan dikeruk, air bisa masuk ke kolam. Kalau sebelah kiri, alirannya juga ke kawasan Belitung Selatan dan Cendrawasih. Ini penting untuk mengurangi tampungan air,” pungkasnya. Stn

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img