28 C
Banjarbaru
Selasa, Februari 3, 2026
spot_img

Laboratorium Terpadu Raih Sertifikasi ISO 45001:2018, Rektor Beri Apresiasi dan Dorong Unit Kerja Terapkan Standar Mutu

Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional, UPA Laboratorium Terpadu Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Implementasi K3 sebagai Instrumen Strategis Akselerasi Akreditasi Internasional Universitas Lambung Mangkurat”, Selasa (3/2/2025), bertempat di ruang pertemuan Laboratorium Terpadu ULM.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor ULM Prof. Dr. H. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., General Manager Lembaga sertifikat CBQA Global Ir. S. Waniwatining Astuti, M.T.I, narasumber Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia, Wakil Rektor, dan segenap pimpinan unit kerja di lingkungan ULM.

Dalam kegiatan tersebut juga sekaligus dilakukan penyerahan sertifikat ISO 45001:2018 secara simbolis dari lembaga sertifikasi CBQA kepada Rektor ULM. Sertifikat ini merupakan salah satu capaian penting UPA Laboratorium Terpadu yang mendukung pemenuhan standar mutu internasional.

Kepala UPA Laboratorium Terpadu Dr. rer.nat. Liling Triyasmono, M.Sc., Apt dalam sambutannya menyampaikan bahwa penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) merupakan bagian dari komitmen pimpinan universitas untuk menjadikan ULM sebagai perguruan tinggi berstandar internasional. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini diharapkan menjadi bagian dari komitmen bersama seluruh unit kerja di lingkungan ULM. “kalau ini kita kerjakan bersama-sama bapak ibu saya rasa kita bisa mencapai level dimana semua unit kerja di Universitas bisa tersertifikasi 45001:2018” ucap Dr. Liling.

UPA Laboratorium Terpadu juga menegaskan perannya sebagai unit penunjang yang siap memberikan dukungan penuh kepada seluruh unit kerja, sepanjang mendapatkan informasi dan perencanaan yang matang sejak awal. “Tugas kami menjadi unit penunjang yang siap melayani dengan catatan kami juga diberikan informasinya lebih awal” tambahnya.

Rektor juga tak lupa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada narasumber serta seluruh tim UPA Laboratorium Terpadu yang telah mewujudkan proses perolehan sertifikat ISO. Menurutnya, akreditasi dan sertifikasi merupakan bagian dari proses audit penjaminan mutu yang harus terus dikembangkan di lingkungan universitas. “Pencapaian ISO oleh Laboratorium Terpadu ini diharapkan menjadi motivasi bagi unit kerja lain di ULM untuk mengutamakan sistem mutu. Kita perlu menetapkan target, misalnya tahun depan berapa unit kerja yang telah memperoleh sertifikasi ISO,” ujar Rektor.

Rektor menambahkan bahwa penerapan ISO 45001:2018 dapat menjadi bentuk mitigasi risiko dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan universitas, baik dalam aktivitas akademik maupun nonakademik. Dengan standar ini, potensi bahaya dapat diidentifikasi lebih dini sehingga kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan dapat dicegah secara sistematis. “Setiap aktivitas di ULM akan terpetakan resiko yang dihadapi saat pelaksanaan kerjanya” ungkap Rektor ULM

Rektor juga menyampaikan bahwa kebijakan yang menjadi dasar penerapan sistem tersebut sebenarnya sudah ada, sehingga tantangan utamanya adalah memastikan pelaksanaannya berjalan optimal. Proses pengendalian dilakukan secara menyeluruh, disertai evaluasi secara berkelanjutan terhadap implementasi di lapangan guna menjamin standar yang telah ditetapkan benar-benar diterapkan.. *As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img