Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada kantong plastik, tetapi juga merambah ke berbagai barang kelontong berbahan plastik yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Rahmat (55), warga Kelurahan Angsau yang berjualan di Pasar Senin Pelaihari, mengungkapkan bahwa sejumlah barang seperti gayung dan ember mengalami kenaikan harga. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai oleh inikalsel.id pada Senin (13/4/2026).
“Untuk barang keseharian seperti gayung dan ember itu naik sekitar Rp2.000 per buah,” ujarnya.
Rahmat menjelaskan, dirinya tidak hanya berjualan di satu lokasi. Ia rutin berpindah-pindah pasar setiap hari untuk menjangkau lebih banyak pembeli. Pada hari Selasa, ia berjualan di Pasar Batu Tungku atau Kuala Tambangan, Rabu dan Minggu di Pasar Batu Ampar, Kamis di Pasar Tanjung Dewa, Jumat di Pasar Ranggang, serta Sabtu di Pasar Gunung Makmur.
Selain menyoroti kenaikan harga, Rahmat juga menilai kondisi pasar di Pelaihari masih kurang tertata. Ia menyebut belum adanya sentralisasi untuk jenis dagangan tertentu membuat penyebaran pedagang tidak merata.
“Misalnya seperti sayur, harusnya ada sentral khusus sayur. Ini malah tersebar di mana-mana, jadi wajar kalau daya beli menurun karena areanya terbagi,” jelasnya.
Ia berharap ke depan penataan pasar dapat lebih diperhatikan agar aktivitas jual beli menjadi lebih terpusat dan memudahkan masyarakat dalam berbelanja. Dede![]()










